03 August 2022, 10:15 WIB

Angka Meninggal Akibat Covid Meningkat, Pakar: Kita Harus Waspada


Dinda Shabrina |

ANGKA kematian akibat Covid-19 meningkat menjadi 24 orang, kemarin (2/8) merupakan tertinggi dalam 3 bulan terakhir ini yang sejak Mei sampai Juli 2022 selalu di bawah 20 kematian. Fenomena ini harus mendapat perhatian serius dari semua pihak.

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama menuturkan ada tiga alasan mengapa kita amat perlu mewaspadai angka ini. "Pertama adalah 'trend' kecenderungan kenaikan kematian kita secara terus menerus. Sepanjang Juni 2022 angka kematian harian selalu di bawah 10 orang, di bulan Juli jadi di atas 10 orang dan di bulan Agustus ini melewati 20 orang, kita belum tahu bagaimana di hari-hari kedepan ini, kata Tjandra, Rabu (3/8).

Alasan berikutnya angka kematian di berbagai negara juga meningkat. Dalam seminggu terakhir angka kematian harian di Australia rata-rata adalah 94 orang, angka tertinggi negara itu selama pandemi ini. "Jepang pada 1 Juli 2022 ada 21 orang yang meninggal karena covid-19, dan di 1 Agustus angkanya meningkat menjadi 94 kematian, naik hampir lima kali lipat. India pada 1 Juni 2022 mencatat 5 kematian dan pada 1 Agustus 2022 naik tinggi menjadi 34 orang," imbuh Tjandra.

"Alasan berikutnya, sejak awal kita sampaikan bahwa bahkan satu nyawa yang meninggal pun amat berharga dan tidak dapat tergantikan oleh apapun juga. Karena tiga hal itu, maka kita perlu meningkatkan kewaspadaan," ujar dia.

Tjandra juga menyebut surveilan epidemiologik perlu dijalankan dengan baik, sehingga data dari seluruh pelosok negeri dapat dikompilasi dan di analisa dengan baik. "Kemampuan testing harus ditingkatkan agar di dapat angka riil jumlah kasus di masyarakat. Ke tiga, telusur/tracing juga harus ditingkatkan, agar dari setiap kasus didapat dua informasi, dari mana tertular dan kemana saja menularkannya," kata dia.

"Vaksinasi booster yang masih dibawah 30% jelas harus ditingkatkan maksimal, juga sekitar sepertiga penduduk kita yang belum divaksinasi ke dua harus di kejar benar. Kemudian, meakukan komunikasi risiko dengan baik dengan 3 tujuan, ke satu agar masyarakat mendapat informasi yang tepat, ke dua agar masyarakat termotivasi melakukan prokes dengan baik, dan ke tiga yang belum di vaksin dan booster agar segera pergi mendapatkannya,"tandasnya. (H-1)

BERITA TERKAIT