03 August 2022, 06:15 WIB

Klaim Parasetamol Mengandung Virus Machupo Kembali Viral, Ini Kata Profesor Farmasi UGM


Ardi |

PESAN berantai lewat media sosial dan Whatsapp bahwa parasetamol P-500 mengandung virus berbahaya, yakni Machupo, ramai  diperbincangkan publik, belum lama ini. Isu virus machupo dalam parasetamol itu selalu muncul dari tahun ke tahun. Virus Machupo ini diketahui dapat menyebabkan demam hemoragik yang dapat mengakibatkan kematian. Lantas benarkan hal tersebut?

"Klaim soal parasetamol mengandung virus Machupo, itu salah, tidak bisa diperlengkapi," tegas Guru Besar Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Endang Lukitaningsih

Ia menegaskan ada aturan ketat yang harus dipatuhi perusahaan farmasi terkait cara produksi obat, termasuk parasetamol. Parasetamol diproduksi dengan standar keamanan dan kebersihan yang cukup ketat.

Baca juga: Pemprov DKI Beri Teguran Tertulis ke Perusahaan Farmasi terkait Limbah Parasetamol di Teluk Jakarta

Produsen farmasi juga harus mengecek kualitas obat yang diproduksinya. Kualitas kontrol sudah dimulai sejak bahan datang, baik secara kimiawi, cemaran biologis, hingga pascaproduksi. Produk parasetamol telah diperiksaaan, uji keamanan dan mutu sebelum mati di pasar.

"Sangat tidak mungkin selama proses produksi masih ada virusnya karena kondisi tablet juga harus betul-betul kering. Sementara virus memerlukan lingkungan lembab dan suhu rendah untuk bertahan hidup," ungkap Dosen Fakultas Farmasi UGM itu.

Jika ada virus yang bertahan hidup, lanjut Endang, hal tersebut dapat dipastikan karena adanya kontaminasi baik manusia maupun hewan yang terinfeksi virus Machupo. 

Menurut Endang,  peluang kontaminasi virus dalam proses produksi obat sangat kecil karena melalui proses kontrol kualitas  yang berlapis oleh perusahaan farmasi.

"Selama proses produksi ada sampling untuk menjaga produk baik saat pencampuran, membentuk tablet hingga setelah menjadi tablet," terangnya.

Oleh sebab itu, Endang mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir dalam mengonsumsi obat penurun panas ini. Pasalnya, pesan berantai virus Machupo di parasetamol hanyalah hoaks dan belum ada kajian ilmiah yang membuktikan keberadaan virus Machupo dalam parasetamol. (OL-1)

BERITA TERKAIT