28 July 2022, 17:25 WIB

Kurangi Kertas hingga 59%, Danone SN Indonesia Raih Penghargaan


Mediaindonesia.com |

KERTAS menyumbang sekitar 26% dari total sampah di tempat pembuangan akhir. Dari 2010 hingga 2060 diperkirakan konsumsi kertas akan naik dua kali lipat yang dapat berdampak pada perubahan iklim.  

Di sisi lain, konsumsi air dalam memproduksi kertas khususnya untuk skala industri sangatlah besar. Faktanya, dalam memproduksi satu lembar kertas dibutuhkan 10 liter air. Untuk itu, operasional produksi tanpa kertas akan berkontribusi langsung dalam pemanfaatan air yang lebih efisien dan pengurangan jejak karbon secara signifikan. 

Hal itu juga disadari oleh Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia yang berupaya untuk menjalankan operasional produksi tanpa kertas. Inisiatif ini membawa pabrik Danone SN Indonesia di Prambanan meraih pencapaian Paperless Award yang dilakukan oleh Tolson Consulting, perusahaan konsultan manajemen khusus dalam manajemen perubahan. Penghargaan ini diberikan bagi perusahaan dalam upayanya menuju operasional tanpa kertas melalui solusi digital dalam bisnisnya.

Joko Yulianto selaku Kepala Pabrik Danone SN Prambanan menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk menjalankan bisnis dengan memperhatikan faktor lingkungan dan sosial melalui usaha transformasi digital yang dilakukan. Ini merupakan langkah maju dalam komitmen perusahaan untuk menjalankan bisnis secara berkelanjutan, baik dalam konteks proses operasional yang efektif dan efisien ataupun kepedulian terhadap lingkungan yang sejalan dengan visinya yakni One Planet One Health. "Dalam aspek keberlanjutan, inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk mencapai positive water impact. Kami berkomitmen mengembalikan air lebih banyak daripada yang kami gunakan di 2030 dan menjadi perusahaan yang netral karbon pada 2050."

Dalam penghargaan ini, Danone SN Indonesia berhasil meraih predikat Digital Tree dengan keberhasilannya dalam menjalankan operasional produksi tanpa kertas sekaligus menerapkan sistem pemantauan yang terorganisasi di empat lini produksi/departemen pabrik Prambanan yang merupakan 24% dari total area produksi. Menuju penerapan operasional produksi tanpa kertas yang menyeluruh, Danone SN Indonesia juga berhasil mencapai kemajuan yang signifikan dengan mengurangi penggunaan kertas sebesar 59,5% dari total produksi, menghemat 740.000 liter air dan 398 kg CO2 per tahun. 

Dalam konteks peningkatan kinerja, inisiatif itu juga berhasil mengurangi 1.308 jam kerja manual. Aksi ini pun diharapkan dapat mendukung pencapaian SDGs Nomor 12, yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Proses audit sertifikasi ini dilakukan dalam beberapa tahapan dimulai dari pengenalan operasional produksi maupun paper-based mapping, kunjungan secara langsung atas implementasi penerapan proses produksi tanpa kertas, hingga tahapan evaluasi dan memberikan masukan dari auditor untuk penerapan proses produksi tanpa kertas. Penggunaan kertas dalam konteks operasional produksi tersebut meliputi penggunaan kertas untuk instruksi kerja/standar operasional prosedur (SOP), segala dokumen yang digunakan untuk menangkap data, digunakan untuk menulis maupun dokumen kerja.

Audit ini juga dijalankan oleh Danone secara global dengan tujuan untuk melihat progres transformasi digital dari setiap negara tempat Danone beroperasi. Secara keseluruhan, Danone SN Indonesia berhasil menduduki peringkat ketiga setelah Irlandia dan Polandia atas keberhasilannya menerapkan proses operasional produksi tanpa kertas yang menandakan proses transformasi digital yang berjalan dengan baik. (OL-14)

BERITA TERKAIT