27 July 2022, 17:50 WIB

Teknologi dan SDM, Tantangan Membangun Sarana dan Prasarana Jaminan Sosial


M. Iqbal Al Machmudi |

WAKIL Rektor Universitas Pertamina Budi W Soetjipto menjelaskan terdapat tantangan dalam membangun sarana dan prasarana Jaminan Sosial Nasional (JSN) seperti teknologi, layanan, SDM, dan energi.

Kesiapan teknologi digital di kota besar seperti Jakarta saja masih menemukan banyak kendala seperti perlengkapan perlatan yang belum lengkap, permasalahan jaringan, perlengkapan dan perawatan jaringan, kemudian biaya dan sebagainya.

"Sarana kesehatan dengan BPJS Kesehatan mungkin semakin baik, tapi awal pandemi alat kesehatan menjadi masalah, bahwa APD dan masker sekalipun bergantung pada negara luar dan harganya selangit," kata Budi dalam Forum Diskusi Denpasar 12 secara daring, Rabu (27/7).

Baca juga: Kemenkes Siapkan 1.000 Obat Cacar Monyet dan Sebar 1.500 Reagen ke Daerah

Baca juga: 6.438 Kasus Positif Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

Tantangan ketiga yang masih menjadi masalah adalah SDM yang digembor-gemborkan Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang perlu disokong dengan pendidikan keahlian.

Tantangan selanjutnya yakni kesiapan sarana energi yang harga meningkat bagaimana subsidi, pengolahan, dan distribusi yang belum merata di seluruh daerah.

"Peran JSN sudah menyediakan opsi alternatif untuk masyarakat sehingga perlindungan sosial menjadi lebih tinggi," ujar Budi.

Budi menjelaskan investasi dana JSN bisa menjadi jalan keluar mengatasi tantangan-tangan yang ada. Seperti pembangunan sarana prasarana teknologi digital dan energi.

Kemudian, lanjut Budi, ketika harga BBM naik belum ada kesiapan energi baru terbarukan sehingga JSN harus disiapkan 10 persen untuk sarana dan prasarana.

"Pembangunan teknologi digital agar jaringan koneksi digital dapat diperluas dengan didukung peralatan dan perlengkapan yang mempuni. Kemudian pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana energi guna menunjang transisi energi dan pertumbuhan EBT," ungkapnya. (H-3)

BERITA TERKAIT