27 July 2022, 17:07 WIB

Laskala Ajak Milenial Bangga Pakai Batik


Widhoroso |

BATIK merupakan salah satu seni tradisional Indonesia yang telah mendunia dan telah menjadi warisan dunia yang diakui UNESCO pada 2009 silam, sudah banyak dikenal oleh banyak kalangan. Namun sangat disayangkan batik lekat dengan identitas gaya berpakaian bagi kalangan yang sudah berumur saja atau untuk datang ke acara formal saja.

Berangkat dari kondisi tersebut, Muhammad Lukhcy Dwi Pangestu dan Banyu Anggoro mendirikan Laskala Batik pada 8 September 2020. Laskala Batik hadir untuk menuubah pandangan tersebut dan mengajak milenial di Indonesia bangga mengenakan batik.

"Kami percaya bahwasanya batik itu cocok bagi segala kalangan umur, terutama milenial. Saat ini kesadaran akan produk lokal sudah sangat tinggi, namun untuk batik sendiri kami melihat masih kurang di kalangan milenial. Padahal batik sendiri ini merupakan warisan bahkan
identitas dari Indonesia," jelas Lukhcy dalam keterangan yang diterima, Rabu (27/7).  

Dikatakan, Laskala Batik hadir untuk menjadi piilihan yang tepat bagi anak milenial dalam melengkapi gaya berbusananya dalam berbatik. Menyuguhan beragam desain yang fresh, simple, elegant serta modern, Laskala Batik menawarkan produk batik berkualitas.

"Desain yang kami ciptakan mengikuti trend fashion yang sedang berkembang, mulai dari motif hingga warna. Laskala Batik ingin siapapun yang mengenakan pakaian ini merasa trendy sekaligus nyaman karena kami hanya menggunakan bahan yang berkualitas," ujar Lukhcy.

Dengan mengedepankan desain yang trendy serta modern, jelas Lukhcy, Laskala Batik tidak ingin hanya berhenti di satu titik saja. Laskala Batik selalu berkembang serta berusaha untuk tetap relevan digunakan seiring dengan berkembangnya zaman. "Kami ingin hadir sedekat mungkin dengan seluruh masyarakat Indonesia," jelasnya.

Dikatakan, batik merupakan kain tradisional yang dapat dikenakan di banyak kesempatan dan memiliki banyak nilai serta filosofi menarik yang bisa digali tentunya dengan pergantian zaman. "Saat ini macam batik sudah banyak sekali inovasinya mulai dari warna, bentuk, bahkan hingga motif yang terinspirasi dari peristiwa hingga daerah-daerah di Indonesia," tambah Banyu.

Saat ini, Laskala Batik telah mencoba untuk menyederhanakan serta menyesuaikan dengan selera milenial. Dengan begitu, pengunaannya juga lebih universal. Pengguna dapat menggunakan batik laskala untuk kekampus, kekantor atau bahkan sekedar ingin bersantai dengan teman.

"Kami ingin mengajak seluruh milenial untuk giat dalam menggenakan batik dalam keseharian. Menggenakan batik dengan simple tanpa perlu nilai–nilai didalamnya akan hilang. Batik ini adalah seni yang dikerjakan oleh seniman dan harus mendapatkan kedekatan yang spesial, sehingga terciptanya kesinambungan dari seluruh ekosistem di dalamnya," ujar Banyu. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT