25 July 2022, 16:59 WIB

Waspadai Bahaya Senyawa PCBs pada Tubuh


Atalya Puspa |

SENYAWA polychlorinated biphenyls (PCBs) tentu masih sangat asing didengar oleh masyarakat luas. PCBs merupakan senyawa kimia yang sangat bermanfaat bagi industri perakitan peralatan elektronik dan kepentingan industri lainnya. 

Adapun sifatnya yang tahan panas, kestabilan fisik dan biologi, tidak larut dalam air, serta biaya produksi yang relatif rendah, membuat PCBs digunakan secara luas dan umumnya ditemukan pada trafo.

Guru besar ilmu kesehatan lingkungan dari Universitas Indonesia, Budi Haryanto, menekankan meski belum akrab di telinga masyarakat, bahaya kontaminasi senyawa PCBs harus diwaspadai. Pasalnya, senyawa itu bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia.

Baca juga: Ini Bahaya Chloroform jika Digunakan untuk Manusia

"Karena tingkat kimianya sangat stabil, senyawa itu bisa menyebabkan berbagai penyakit. Seperti, jantung, kanker, gangguan imunitas tubuh, gangguan saluran pernafasan, asma, paru-paru, TBC, berat badan bayi rendah, tingkat kecerdasan berkurang," jelas Budi dalam seminar virtual, Senin (25/7).

Menurutnya, senyawa PCBs bisa masuk ke manusia lewat makanan, udara dan kulit. Yang paling dominan, lanjut dia, ialah lewat makanan. Sebelumnya, senyawa itu bisa saja ada di dalam tubuh ikan atau ternak, yang pakan dan tempat hidupnya telah terkontaminasi PCBs.

Tidak seperti senyawa berbahaya lainnya, Budi menegaskan bahwa PCBs tidak bisa dimusnahkan dari tubuh dan akan terus berakumulasi. "Kalau logam berat bisa dilakukan terapi selasi, dikasih obat. Tapi, PCBs tidak bisa," katanya.

"Begitu ini masuk dalam tubuh, dia akan ke organ-organ tubuh tertentu, yang bersifat akumulasi. Semakin bertambah PCBs-nya, bisa menyebabkan ganguan penyakit di dalam tubuh," imbuh Budi.

Baca juga: Rokok Elektrik vs Rokok Konvensional, Bahaya Mana?

Demi menjaga kesehatan lingkungan dan manusia, penggunaan senyawa PCBs harus segera dihilangkan. "Ini berbahaya, seharusnya tidak digunakan lagi. Kalau masih digunakan di Indonesia, aturan yang sudah dibuat seharusnya ditegakkan secara ketat," pungkasnya.

Tim Riset Pengendali Dampak Lingkungan Supervisor Lab B3 Yunesfi Syofyan menyebut berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung telah terkontaminasi senyawa PCBs. "Kita menemukan pencemaran PCBs dalam level di bawah 10 ppb di sungai dan laut," terang dia.

"Di sedimen dan lump, kita temukan pencemaran ini lebih tinggi, yakni berkisar 10-500 ppb. Walau kecil, ini ada indikasi bahwa pencemaran sudah ada di sekitar kita dan harus ditangani lebih lanjut," sambung Yunesfi.(OL-11)

BERITA TERKAIT