24 July 2022, 07:45 WIB

Waspadai Hepatitis Akut pada Anak


Joan Imanuella Hanna Pangemanan |

SABTU (23/7) diperingati sebagai Hari Anak Nasional 2022.  Dengan tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju”, ada begitu banyak program yang diadakan oleh berbagai pihak dalam rangka memperingati hari tersebut. 

Salah satunya adalah program National Kids Day, yang baru pertama kali diadakan oleh Rumah Sakit Universitas Kristen Krida Wacana (RS Ukrida). Bekerja sama dengan Neo Soho Mall, rumah sakit  yang terletak di Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu mengadakan talkshow pada Sabtu (23/7). 

Dengan mengangkat topik hepatitis akut yang belum lama ini ramai diperbincangkan publik, RS Ukrida mengadakan talkshow dengan pembicara dokter spesialis anak Arnold Soetarso. 

Baca juga: Dokter Laporkan Perburukan Gejala Hepatitis Akut Berat Berlangsung Cepat

Dalam talkshow tersebut, Arnold membahas tentang gejala-gejala hepatitis baik di awal maupun lanjutan. Sama seperti penyakit lainnya, hepatitis juga diawali dengan demam lalu berlanjut dengan air seni berwarna seperti teh dan mata menguning.

Arnold berpesan agar orangtua tidak panik jika anak mereka mengalami gejala hepatitis. Sebagian besar hepatitis bisa sembuh dengan sendirinya, yaitu fungsi hati akan kembali normal. 

Orang tua juga harus mempunyai inisiatif untuk mencari tahu gejala-gejala hepatitis agar bisa sigap membawa anak ke dokter jika si anak sudah mengalami gejala yang mengharuskan untuk dibawa ke rumah sakit. 

Jika anak telat ditangani, si anak dapat mengalami gangguan kesadaran dan harus dirawat secara intensif. 

Tanda bahaya anak adalah seperti berikut:

  1. Demam lebih dari 40 derajat, anak akan mengalami kejang
  2. Dehidrasi, yaitu badan lemas, tidak buang air kecil lebih dari 8 jam
  3. Mengalami gejala hepatitis akut, mata menguning dan air seni berwarna seperti teh

Penanganan yang dilakukan dokter di rumah sakit adalah dengan mencari tahu jenis hepatitis apa yang dialami. Lalu dokter akan melakukan tes fungsi hati untuk melihat derajat kerusakan hati, pemeriksaan darah juga tidak lupa dilakukan. Selanjutnya elektrolit pasien akan diperiksa. 

Untuk hepatitis sendiri, belum ada antivirus yang ditemukan. Dokter hanya akan memberikan obat berdasarkan apa saja yang kurang dari tubuh pasien. USG juga dilakukan agar bisa terlihat apakah ada penyebab lain atau tidak.

Sumber penularan hepatitis secara umum berasal dari makanan dan minuman yang tercemar. Untuk lebih spesifiknya, hepatitis A, D dan E bisa menular melalui makanan dan minuman yang kotor atau tercemar. Kemudian, hepatitis B dan C menular melalui darah atau cairan tubuh yang mengandung hepatitis, seperti saat menggunakan jarum suntik atau melakukan hubungan badan.

Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan kita sebelum makan dengan mencuci tangan dengan benar dan juga memakan makanan yang bergizi agar nutrisi kita tetap terpenuhi. 

Berikut adalah cara pencegahan hepatitis:

  1. Menjaga kebersihan, cuci tangan, memakai masker 
  2. Dari faktor “agent”, atau kuman tersebut harus kita hindari berbagai kontak penularannya
  3. Menjaga daya tahan tubuh, status gizi seperti tinggi badan dan berat badan yang normal, nutrisi, istirahat yang cukup dan mengonsumsi vitamin langsung dari makanan bukan dari suplemen 

Saat sesi tanya jawab dibuka, ibu-ibu yang hadir di sana pun mulai bertanya. Pertanyaan pertama yang ditanyakan ibu Leha adalah apakah hepatitis bisa diturunkan pada anak? Arnold pun menjawab jika hepatitis B dapat diturunkan pada anak semenjak dalam kandungan. Namun, dengan bantuan program pemerintah hal itu dapat dicegah. Saat ibu bayi yang baru lahir positif hepatitis B, maka si bayi akan disuntuk agar tidak tertular ibunya.

Acara talkshow tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab tersebut. Sebagai penutup, Arnold menyampaikan harapannya untuk anak-anak di Indonesia. 

“Harapan saya adalah anak-anak kita khususnya di Indonesia ini, terlindungi dari berbagai macam penyakit yang sedang heboh di saat ini seperti hepatitis, covid-19, ataupun penyakit-penyakit lainnya,” jawabnya. 

Dia juga berharap agar kebutuhan-kebutuhan anak lainnya dapat terpenuhi dalam masa pandemi ini. (OL-1)

BERITA TERKAIT