19 July 2022, 22:07 WIB

Pendidikan Inklusif Unpam Hasilkan Penyandang Disabilitas Sebagai Wisudawan Terbaik


Mediaindonesia.com |

WISUDA ke-86 Universitas Pamulang pada Minggu (17/7), menghadirkan momen spesial, karena untuk pertamakalinya, Unpam melakukan wisuda terhadap mahasiswa penyandang disabilitas, yaitu Aris Yohanes Elean, mahasiswa program studi Teknik Informatika yang juga penyandang tunanetra. Lebih spesial lagi karena Aris dinobatkan wisudawan terbaik pada prodi tersebut. 

“Wisuda kali ini terasa sangat istimewa dan spesial karena di antara wisudawan terdapat satu orang yang tunanetra. Dirinya berhasil lulus menjadi sarjana komputer,” ucap Rektor Universitas Pamulang E Nurzaman dalam sambutan wisuda ke-86 di Auditorium Kampus 2 Unpam Viktor. 

Nurzaman mengungkapkan, Aris berhasil menyelesaikan studinya dalam 4 tahun dengan IPK 3.59. Aris merupakan seorang penyandang tunanetra total atau totally blind pertama yang meraih sarjana komputer pertama di Indonesia. 

Nurzaman mengaku terharu bahwa Unpam berhasil mengantarkan seorang tunanetra meraih mimpinya.

“Aris merupakan sarjana komputer pertama yang tunanetra total. Semoga ini menjadi motivasi untuk kita semuanya dalam berjuang meraih cita-cita. Saya bangga sekaligus terharu, Unpam telah berhasil mengantarkan salah satu penyandang tunanetra,” katanya.

Nurzaman menjelaskan, Unpam memang secara khusus memiliki program afirmasi sebagai bentuk keberpihakan kepada kaum disabilitas, terutama penyandang tunanetra dan tunarungu.

Ketua Pusat Layanan Disabilitas Nani Rusnaeni mengatakan, Unpam juga menyiapkan kuliah secara gratis bagi penyandang disabilitas dengan berbagai fasilitas yang diperlukan.

“Semoga kita terus bisa memberikan layanan terbaik untuk rekan-rekan kita yang disabilitas,” tuturnya.

Ketua Yayasan Sasmita Jaya Darsono mengatakan, di samping memberikan layanan pendidikan terjangkau. Unpam pun mencoba menghadirkan pendidikan inklusif agar bisa diakses semua kalangan, seperti oleh kaum disabilitas.

“Kita sangat bangga bisa menghantarkan mereka yang marjinal untuk mengubah nasibnya melalui pendidikan yang Unpam berikan. Barangkali itulah sumbangsih kita bagi bangsa dan negara,” kata Darsono. 

Baca juga : Besok, Presiden Timor Leste Berikan Kuliah Umum di UIN Jakarta

Aris mengaku kesempatan pendidikan yang Unpam berikan kepada tunanetra adalah sebuah anugerah.

“Universitas Pamulang menjadi kampus pertama yang menerima orang-orang seperti kami. Bahkan berkuliah di program studi teknik informatika dan sistem informasi,” kata Aris.

Perjuangan Aris dalam meraih gelar sarjana tidak semudah yang dibayangkan. Kondisi penglihatan serta kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuatnya harus mengulur waktu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Aris bercerita, selepas SMA pada 2007, ia tidak langsung melanjutkan pendidikan ke universitas. Ia terlebih dahulu harus bekerja sambil menabung sebagai bekal untuk menggapai mimpi-mimpinya.

“Selain itu, sebagai seorang disabilitas. Pada masa itu belum ada universitas yang belum bisa memberikan kesempatan kepada kami karena tunanetra untuk belajar pada prodi yang terkait komputer,” kenangnya.

“Tentu dengan berbagai pertimbangan. Apakah tunanetra bisa mengikutinya? Apa kampus telah siap? Apakah kami tunanetra ini tidak akan merepotkan?,” imbuh Aris bertanya-tanya tentang universitas mana yang membuka prodi tentang komputer bagi seorang tunanetra sepertinya.

Seiring waktu berlalu, setelah 10 tahun ia memendam cita-citanya. Aris mendengar kabar bahwa kampus Unpam menjabat tangannya. Kesempatan tersebut tidak lantas Aris sia-siakan.

“Universitas Pamulang menjadi kampus pertama yang menerima orang-orang seperti kami. Bahkan berkuliah di program studi teknik informatika dan sistem informasi,” kata Aris.

Aris menyebut kesempatan untuk kuliah di Unpam dengan prodi teknik informasi tersebut sebagai kesempatan emas yang tidak terbanding dengan apapun. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT