17 July 2022, 20:15 WIB

Kepercayaan Masyarakat Berkurban saat Idul Adha Diapresiasi


Media Indonesia |

SEMANGAT berkurban masyarakat saat Idul Adha lalu tetap tinggi. Terbukti dengan 29 ribu hewan kurban setara domba dan kambing bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia dan sebagian belahan dunia.

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menjangkiti sejumlah hewan ternak di berbagai wilayah cukup berpengaruh. Kendati demikian hal tersebut tak menyurutkan animo masyarakat Indonesia untuk berkurban. 

"Meningkatnya kepesertaan masyarakat menjadi penyemangat kami di kepanitiaan tebar hewan kurban (THK) Dompet Dhuafa. Lonjakan penghimpunan kurban sepekan terakhir jelang Idul Adha, mewarnai meja kerja kami," ujar Ketua Pelaksana Program THK 1443 H Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (17/7).

Dian mengungkapkan lebih dari 29 ribu hewan kurban setara domba kambing terdistribusi di 30 provinsi, termasuk juga daerah yang belum pernah merasakan daging seperti Desa Jaring Halus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. "Termasuk di sembilan negara dengan kondisi krisis pangan dan konflik kemanusiaan. Pada pelaksanaan THK kali ini, kami perkuat percepatan inovasi teknologi digital yang diterapkan. Langkah penerapan teknologi digital tentunya memudahkan semua proses. Sehingga rangkaian THK ini bisa lebih cepat selesai," tambahnya.

Selain peningkatan penghimpunan yang tercapai dari tahun ke tahun, pendistribusian daging kurban juga terus meluas. Menjangkau sampai wilayah-wilayah 3T (terluar, terpelosok dan terpencil). Bahkan, di tahun ini semangat berbagi berkah daging kurban juga meluas hingga mancanegara yang tengah dilanda konflik kemanusiaan maupun krisis pangan. 

Bukti pertumbuhan kurban salah satunya hadir di DD Farm Ronting, yang catatan kurbannya terus tumbuh. Di Ronting, amanah pengelolaan hewan kurban berawal di 2019 mengelola 10 sapi. Di 2020 meningkat menjadi 30, dan 2021 ada 45 sapi kurban. Selanjutnya di 2022, Ronting dipercaya mendistribusikan 55 sapi kurban dari para donatur. 

Kemudian pendistribusian sapi kurban DD Farm Ronting menjangkau ke sejumlah wilayah di dua kabupaten, yaitu Kabupaten Manggarai Raya dan Kabupaten Manggarai Timur, yang menyasar 3.963 kepala keluarga penerima manfaat.

Dian menambahkan penyempurnaan invovasi digital di sektor penghimpunan yang diharmonikan dengan digitalisasi pendistribusian hewan kurban, menjadi langkah memaksimalkan momen THK kali ini. Jalinan kerja sama dengan mitra e-commerce, mobile banking, crowd funding hingga fintech, juga menjadi kunci meluasnya berkah daging kurban dari donatur Dompet Dhuafa.

"Alhamdulillah masyarakat masih mengamanahkan banyak kurban melalui kami. Pertumbuhan penghimpunan THK juga menghasilkan dampak positif bagi peternak di segi pendapatan ekonomi, dan meluaskan sebaran berkah daging kurban. Kami patut berterima kasih kepada para pekurban, donatur, mitra perusahaan, dan masyarakat," papar Direktur Resource Mobilization Dompet Dhuafa Etika Setiawanti. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT