14 July 2022, 14:44 WIB

Upaya Mempertahankan Budaya Bangsa di Dunia Digital


Mediaindonesia.com |

Dunia digital tidak memiliki batas ruang dan waktu, sehingga budaya Indonesia dan luar negeri bisa campur aduk. Sekarang ini nilai-nilai budaya Indonesia dinilai luntur karena mengaburnya wawasan kebangsaan dan menipisnya kesopanan serta kesatunan.

“Kita bisa menggabungkan budaya, dari budaya masuk, tapi kita juga mempertahankan budaya sendiri. Budaya luar misalnya kita ambil kerja keras, produktivitas, mind set (pola pikir), tapi budaya negatifnya jangan diambil, seperti seks bebas, cuek,” kata Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Andry Hamida di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (11/7).

Digitalisasi budaya merupakan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna kebudayaan Indonesia. Budaya yang dimaksud tentu bukan hanya nilai-nilai baik bangsa Indonesia, tapi juga peninggalan sejarah, adat istiadat, kerajinan, seni budaya, hingga kuliner.

Sekarang ini budaya Indonesia seakan menghilang. Media digital menjadi panggung budaya asing. Korea Selatan misalnya, beberapa budaya mereka sudah masuk ke Tanah Air. Menurut Andry, masyarakat harus menanamkan rasa bangga menjadi bangsa yang besar.

“Kita harus mulai percaya diri, bangga dengan bangsa sendiri. Jangan hanya melihat budaya luar, tapi mempromosikan keindahan alam, keragaman dan keunikan budaya Indonesia melalui media digital,” ujarnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT