07 July 2022, 22:35 WIB

Cegah Stunting, Dexa Group Kolaborasi dengan BKKBN melalui Produk Obat Modern Asli Indonesia


Mediaindonesia.com |


Puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-29 mengambil tema 'Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting'.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa penurunan prevalensi stunting hingga menjadi 14% di tahun 2024 menjadi target pemerintah yang dikoordinasi oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Untuk itu BKKBN menggandeng berbagai mitra, salah satunya adalah Dexa Group.

Presiden juga mengingatkan agar seluruh pihak berkolaborasi untuk mewujudkan target tersebut. Pencegahan stunting, kata Presiden, harus dilakukan dari tingkat keluarga. Presiden mengatakan, keluarga merupakan ekosistem pertama dan utama dalam mengasuh, mendidik, dan membentuk manusia yang sehat, bergizi, dan berkualitas.

Senada dengan Presiden, Kepala BKKBN dr Hasto Wardoyo menyatakan pentingnya peran keluarga dalam mencegah stunting. Harganas merupakan momentum refleksi dan apresiasi negara terhadap peran penting keluarga dalam membangun SDM Indonesia yang berkualitas, kata Kepala BKKBN.

"Terima kasih kepada segenap mitra yang luar biasa mendukung penurunan stunting," tutur dr. Hasto.

Berkaitan dengan pemberian ASI ekslusif untuk mencehah stunting, BKKBN menggandeng Dexa Group untuk melakukan edukasi bagi ibu hamil dan menyusui dengan melibatkan bidan. Sebanyak 2.932 bidan telah terlibat dalam program 'Edukasi Bersama Bidan di 1.000 Hari Pertama Kehidupan'. 

"Kami sangat berkomitmen untuk membantu program penurunan angka stunting, sesuai dengan salah satu core values Dexa Group yakni Deal with Care. Dalam program ini, bersama-sama dengan BKKBN, kami melakukan edukasi pada 251 kabupaten/kota di 32 provinsi. Sebanyak 12 provinsi di antaranya merupakan daerah prioritas penanganan stunting pemerintah," ungkap Corporate Affairs Directors Dexa Group,  Krestijanto Pandji.

Pada acara ini, Dexa Group menghadirkan Rumah ASI HerbaAsimor. Di dalam Rumah ASI HerbaAsimor, ibu hamil dan menyusui dapat berkonsultasi dengan bidan agar dapat mencegah stunting. Rumah ASI HerbaAsimor dilengkapi dengan timbangan dan alat ukur tinggi bayi hingga informasi-informasi penting untuk ibu hamil dan menyusui terkait dengan pencegahan stunting.

HerbaAsimor merupakan produk yang mampu membantu menambah kualitas dan kuantitas ASI. HerbaAsimor dikembangkan oleh Dexa Group melalui hasil riset dari Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS). HerbaAsimor menggunakan bahan alam asli Indonesia yang diolah dengan teknologi modern. Bahan yang digunakan yakni daun torbangun, daun katuk, dan ikan gabus.

Daun katuk memberikan peningkatan signifikan dalam ekspresi gen prolaktin dan oksitosin, yaitu hormon yang berperan penting dalam proses menyusui sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Sementara daun torbangun dapat meningkatkan kadar prolaktin, serta meningkatkan aktivitas sel epitel dan metabolisme kelenjar susu sehingga produksi ASI meningkat 65% tanpa mengubah kualitas gizi susu. 

Kedua bahan tersebut ditambah dengan Striatin, yang merupakan fraksi bioaktif dari Channa striata atau ikan gabus yang dapat mempercepat proses penyembuhan setelah operasi caesar, mempercepat pemulihan dan kekuatan wanita pasca melahirkan, serta memperkuat sistem kekebalan tubuh. 

"HerbaAsimor diproses dengan teknologi AFT, yakni teknologi untuk menemukan fraksi spesifik yang menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi dan memiliki aktivitas biologis," ungkap Director of Research & Business Development Dexa Group Dr. Raymond Tjandrawinata.

Presiden Direktur PT Dexa Medica,  V Hery Sutanto menjelaskan saat ini  Asimor digunakan oleh ibu menyusui di 32 provinsi dan lebih dari 250 kabupaten/kota di Indonesia. 

Manfaat HerbaAsimor dirasakan oleh para ibu menyusui dengan naiknya kualitas dan dan kuantitas ASI. Berdasarkan hasil riset terhadap konsumen yang dilakukan oleh PT Dexa Medica, sebanyak 8 dari 10 ibu menyusui merasakan manfaat HerbaAsimor ini.

“HerbaAsimor dikembangkan dari biodiversitas Indonesia, sehingga memiliki TKDN di atas 80 persen. Ini juga sejalan dengan misi pemerintah untuk mewujudkan kemandirian farmasi nasional,” papar Hery. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT