07 July 2022, 14:30 WIB

Cegah Cyberbullying kepada Anak


Mediaindonesia.com |

DI era serbadigital, kita menjadi hidup berdampingan dengan teknologi dalam aktivitas sehari-hari. Penggunaan media digital dan internet sudah sangat sering digunakan baik untuk keperluan bekerja, sekolah (edukasi), bisnis, akses berita, komunikasi, ataupun hiburan. 

Media digital merupakan salah satu media tanpa batas ruang dan waktu. Penggunanya dapat mengakses dari berbagai kalangan usia dari anak-anak hingga dewasa. Kemudahan akses tersebut menjadikan ruangnya tanpa batas dan praktis sehingga dapat diakses di mana saja. 

Social Media Specialist Wanda Amalia menyatakan bahwa kita dapat mencapai kecakapan digital kalau tahu dan paham mengenai ragam dan perangkat lunak yang menyusun lanskap digital. Seseorang yang sudah memiliki kecakapan digital akan mampu memahami, mengetahui, dan menggunakan perangkat keras dan lunak dari dalam lanskap digital. Anak-anak sering kali berperan sebagai orang dewasa karena mudah sekali menyerang sekelilingnya. Jangan sampai kita dorong  mereka menjadi orang dewasa. Anak-anak di bawah umur wajib untuk selalu diawasi orangtua karena dinilai belum dapat membentengi diri dengan baik. 

Pada kenyataannya, keselamatan anak juga penting untuk dijaga saat menggunakan media digital, sebab anak bisa jadi korban maupun pelaku. Soalnya, tidak semua anak sudah bisa memiliki kemampuan dalam mengakses, menyeleksi, memverifikasi, serta menganalisis yang sedang mereka akses pada saat itu. "Selama mereka ada di pangkuan kita dan belum dewasa harus selalu diawasi dan dicek selalu e-mailnya, orangtua harus tahu aplikasi atau program edukasi yang memiliki dampak positif untuk anak, dampingi anak saat bermain media digital, atau bisa gunakan perangkat digital bersama. Pahami dulu tentang literasi digital, baru kita bisa ajarkan ke anak-anak kita," ujar Alexander Zulkarnain selaku Executive Director Young On Top Holding.

Risiko saat anak berada di ruang digital bisa menjadi sebagai penerima, partisipan, dan korban. Cyberbullying ialah  bullying dengan menggunakan teknologi digital yang dapat terjadi di media sosial, platform, chatting, dan main gim. Sekitar 45% anak muda usia 14-24 tahun di  Indonesia menjadi korban perundungan di dunia digital atau maya  (cyberbullying) sepanjang 2020. 

Digital Trainer & Chief Operating Officer PT Cipta Manusia Indonesia Rizqika Alya Anwar memberikan kesimpulan bahwa dunia digital bukan lagi opsi, sehingga masyarakat harus bisa terus beradaptasi. Ia pun mengajak masyarakat untuk mengisi dan menjadikan ruang digital sebagai ruang yang berbudaya, tempat belajar dan berinteraksi, bertumbuh kembang, serta berkumpul secara online.

Ketiganya menyampaikan itu dalam Webinar Literasi Digital dengan mengangkat topik utama Makin Cakap Digital 2022. Ajang ini digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dengan Siberkreasi pada akhir Juni lalu. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT