07 July 2022, 16:40 WIB

Minyak Makan Merah Bisa Bantu Cegah Stunting


Andhika Prasetyo |

PRESIDEN Joko Widodo meninjau proses penelitian minyak makan merah di Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Kampung Baru, Medan, Sumatra Utara, Kamis (7/7).

Minyak makan merah merupakan hasil inovasi dari minyak sawit yang bisa digunakan sebagai sumber pangan alternatif pengganti minyak goreng. Selain itu, komoditas tersebut juga memiliki fungsi sebagai pencegah stunting atau kekerdilan anak.

Baca juga: BMKG Cermati Peningkatan Suhu di Indonesia Barat dan Tengah

“Minyak makan merah ini tidak hanya bisa berfungsi untuk menggoreng, tapi bisa juga untuk suplemen untuk membantu masyarakat kita terhindar dari stunting. Minyak merah punya nilai gizi sangat besar dibanding dengan minyak goreng yang beredar di pasaran,” ujar Kepala PPKS, Edwin Lubis saat mendampingi Presiden Jokowi. 

Secara rinci, Edwin menjelaskan minyak makan merah mengandung pro-vitamin A dan E yang lebih tinggi dari minyak goreng pada umumnya.

Ke depan, pelaku UMKM dan koperasi bisa ikut menmproduksi minyak makan merah tentunya dengan pengawasan PPKS.

"Pelaku UMKM dan koperasi bisa terlibat karena nilai investasi yang lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial. Ini diharapkan dibangun di sentra sawit sehingga pasti akan lebih murah karena biaya logistiknya bisa dikatakan tidak ada,” tambahnya. 

Di akhir keterangannya, Edwin menuturkan bahwa edukasi dan sosialisasi tentang manfaat minyak makan merah perlu dilakukan kepada masyarakat karena adanya perbedaan warna dengan minyak goreng pada umumnya. Ia pun juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu menyosialisasikan produk inovasi yang dapat menjadi salah satu solusi dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia. 

“Tentunya harapan kami dukungan seluruh stakeholder untuk menyosialisasikan minyak makan merah ini,” tandasnya.  (OL-6)

BERITA TERKAIT