07 July 2022, 16:15 WIB

Harganas 2021: Peran Penting Keluarga Membangun SDM yang Berkualitas


Ferdian Ananda Majni |

PERINGATAN Harganas ke-29 Tahun 2022 ini mengambil tema "Ayo Cegah Stunting Agar Keluarga Bebas Stunting". Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Hasto Wardoyo menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden dan Ibu Iriana dalam Harganas tersebut. 

"Kami menghaturkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang telah berkenan hadir bersama Ibu Negara pada kesempatan ini Hari Keluarga Nasional ke-29 di Sumatra Utara. Harganas merupakan momentun refleksi dan apresiasi negara terhadap peran penting keluarga dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas," kata Hasto dalam sambutannya di Lapangan Merdeka Medan, Kamis (7/7)

Baca juga: Masjid Balai Kota Yogyakarta Gelar 2 Kali Salat Idul Adha

Dia menambahkan tema ini terkait dengan tugas baru yang diberikan Presiden Jokowi kepada BKKBN sebagai koordinator penanganan stunting sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, dengan target angka stunting di tahun 2024 sebesar 14%. 

"Untuk mencapai target tersebut diperlukan upaya yang serius dan kerja keras dari seluruh pihak, salah satunya melalui kolaborasi lintas sektor sejak dari intervensi hulu-hilir, intervensi spesifik dan sensitive serta pendekatan pentahelix," sebutnya. 

Berkaitan dengan hal tersebut, telah ditetapkan Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Nomor 12 Tahun 2021 Tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan penurunan Angka Stunting Indonesia Tahun 2021-2024 (RAN PASTI). 

"Untuk meningkatkan pemahaman dan memberikan pendampingan kepada keluarga berisiko stunting telah dibentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 200.000 terdiri dari unsur PKK, Kader Keluarga dan Bidan yang tersebar diseluruh desa atau kelurahan," sebutnya. 

Selanjutnya telah dibentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) mulai tingkat pusat sampai dengan desa/ kelurahan dan dibentuk Satuan Tugas (SATGAS) Percepatan Penurunan Stunting di tingkat pusat, provinsi dan Kabupaten/ Kota.

Oleh karena itu, rangkaian peringatan HARGANAS ke-29 juga dilaksanakan rangkaian kegiatan yang meliputi: Pelayanan Sejuta Akseptor (PSA) pada tanggal 15 Juni 2022 dengan realisasi sebesar 1.294.882 akseptor baru atau setara 117,6%; Bedah Rumah di Belawan dan Deli Serdang dengan dukungan dari Pemerintah Kota Medan dan PT. Pertamina (Persero).

Begitu juga Pengukuhan Bapak Asuh Anak Stunting bagi Keluarga yang memiliki anak pada fase 1.000 HPK, Bantuan sosial kepada keluarga dengan Balita Stunting, Pelayanan dan pendampingan kepada Calon Pengantin dengan menggunakan aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (ELSIMIL). Pelaksanaan Semarak Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), Pelaksanaan Virtual Expo Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akesptor (UPPKA), Pemberian Nomor Izin Berusaha bagi Kelompok UPPKA bersama Menteri Koperasi dan UMKM, Telah dilaksanakan Apel Siaga Tim Pendamping Keluarga Nusantara Bergerak secara serentak dan berhasil memperoleh rekor MURI dengan kategori peserta terbanyak, Berbagai Webinar Nasional terkait program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) serta Percepatan Penurunan Stunting.

"Pada bulan Juni 2022, Indonesia mendapatkan kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa, dengan berhasil meraih United Nations Population Award (UNPA) Tahun 2022, untuk kategori institusi dengan menyisihkan institusi kependudukan dari 193 negara," paparnya. 

Menurutnya, apresiasi ini merupakan penghargaan kedua yang diterima Indonesia setelah penghargaan pertama diberikan pada tahun 1989 atau setelah 33 tahun.

"Tentunya pencapaian ini adalah berkat dukungan dan bimbingan dari Bapak Presiden, serta kerja keras dari segenap Kementerian/Lembaga Pengelola program Bangga Kencana di seluruh tingkatan," tegasnya. 

Dalam kesempatan itu, presiden Jokowi memberikan penghargaan Satya Lencana Wirakarya dan Manggala Karya Kencana kepada Kepala Daerah dan Ketua Tim Penggerak PKK yang prestasi dalam meningkatkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) serta inovasi program Penurunan Angka Stunting di Indonesia. (OL-6)

BERITA TERKAIT