07 July 2022, 16:14 WIB

Monkeypox Penuhi Syarat Kedaruratan Kesehatan yang Meresahkan Dunia


M Iqbal Al Machmudi |

EPIDEMIOLOG dan Peneliti Universitas Griffith Australia Dicky Budiman menilai jika cacar monyet atau monkeypox ditetapkan sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) harus memenuhi 3 indikator yakni kejadiannya tidak diprediksi sebelumnya, punya potensi sebaran global antarnegara dan butuh kolaborasi global agar tidak meluas.

Menurutnya, ketiga faktor tersebut sudah ada dalam penyakit cacar monyet untuk ditetapkan sebagai PHEIC. PHEIC merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia yang biasanya diumumkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atas kejadian luar biasa yang berisiko mengancam kesehatan masyarakat dunia.

"Ini menjadi penyakit yang harus dilaporkan oleh semua negara. Tapi ini bukan pandemi, karena untuk menjadi pandemi ada tambahan syarat seperti memiliki karakter virus/bakteri baru mewabah," kata Dicky kepada Media Indonesia, Kamis (7/7).

Karena kebaruannya itu dunia kesehatan belum memiliki vaksin sehingga masyarakat belum memiliki imunitas atau kekebalan, sehingga wajar akan memberikan dampak. Sementara cacar monyet sudah menjadi endemi sebelumnya dan sudah pernah disembuhkan.

Diketahui, WHO mengatur pertemuan darurat karena kasus cacar monyet atau monkeypox mencapai 6 ribu kasus di 58 negara. Dengan meningkatnya penularan di berbagai negara Kementerian Kesehatan fokus pada pencegahan di bandara atau pun pintu masuk negara.

"Kewaspadaan diperketat namun masih dengan standar kewaspadaan umum," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril.

Baca juga: WHO Pastikan Cacar Monyet Berisiko bagi Kelompok Rentan

Di Asia Tenggara, Singapura mengonfirmasi kasus lokal pertama, pasien pertama monkeypox di Negeri Singa itu merupakan laki-laki berkebangsaan Malaysia berusia 45 tahun.

"Jadi dari negara mana pun. Kita tetap melakukan kewaspadaan yang ketat di setiap pintu masuk negara kita," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT