06 July 2022, 13:41 WIB

Minimalkan Penyebaran Hoaks dengan Menyikapi Informasi Secara Netral


Mediaindonesia.com |

Etika bermedia digital diperlukan ketika mengakses setiap informasi di platform digital. Sehingga seseorang dapat menyeleksi dan menganalisis informasi secara netral. Dengan begitu, penyebaran hoaks bisa diminimalisasi.

Hoaks banyak tersebar sehingga menenggelamkan fakta yang ada. Informasi bohong ini dapat mengundang amarah, kebencian, atau rasa takut pengguna media digital. Selain kurangnya literasi, masyarakat rentan terhadap konfirmasi bias, sehingga cenderung mencari bukti-bukti yang mendukung pendapat atau kepercayaannya dan mengabaikan bukti yang menyatakan sebaliknya.

“Bagaimana kita harus tetap netral, itu hanya satu, selalu berpikir kritis. Selalu mempertanyakan kebenarannya,” kata Relawan Mafindo, Dosen Praktisi, HR Professional, Rovien Aryunia di Magetan, Jawa Timur.

Kebenaran tidak ada yang mutlak. Artinya kebenaran menurut versi satu orang dengan orang lain bisa berbeda-beda. Sehingga setiap orang juga harus memiliki keseimbangan pemikiran dan mengasah empati.
Empati, menurut Rovien, membantu seseorang melihat cara pandang orang yang mungkin berbeda.  “Kalau tiga prinsip ini kita bawa ke media digital. Kita bisa menjadi orang yang netral, menyejukan, dan mengademkan suasana,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (6/7). (OL-12)

BERITA TERKAIT