05 July 2022, 21:05 WIB

Terapkan Cuti Melahirkan Enam Bulan, Danone Lihat Produktivitas Naik


Mediaindonesia.com |

PERIODE 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) merupakan fase yang sangat penting bagi tumbuh kembang anak dan dapat menjadi penentu perkembangan kecerdasan secara jangka panjang. Untuk itu, keterlibatan dan peran orangtua dalam pola pengasuhan menjadi hal krusial. 

International Labour Organization (ILO) memperkirakan bahwa lebih dari 800 juta perempuan kekurangan jaminan ekonomi seputar persalinan dengan efek buruk pada kesehatan, gizi, dan kesejahteraan ibu dan anak-anak mereka. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi bagi para orangtua yang bekerja yang memiliki anak, khususnya dalam fase emas yakni periode 1.000 HPK.

Penelitian menyatakan bahwa hubungan positif ditunjukkan antara lama cuti hamil dengan kesehatan mental ibu selama periode menyusui. Cuti hamil yang diperpanjang juga dikaitkan dengan tingkat kematian perinatal, neonatal, dan post-neonatal yang lebih rendah, serta kematian anak yang lebih rendah. Di sisi lain, pemberian cuti bagi ayah memberi dampak khususnya pada keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan menciptakan hubungan baik antara ayah dan anak di masa depan.

Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin menjelaskan sebagai perusahaan ramah keluarga, pihaknya sangat memahami bahwa karyawan memiliki hak bekerja, berkeluarga, dan memiliki kehidupan yang layak. "Sejalan dengan misi perusahaan dalam hal membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang, untuk itu kami berupaya menciptakan tempat kerja yang aman, sehat, dan supportif termasuk memberikan dukungan kepada orangtua untuk memastikan tumbuh kembang anak optimal. Karenanya, kami meluncurkan sejak Agustus 2016 dengan memberikan cuti melahirkan enam bulan bagi karyawan perempuan dan cuti 10 hari bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan. Melalui kebijakan ini, kami ingin memberikan orangtua waktu yang lebih untuk agar bisa memiliki ikatan bonding yang kuat dengan anak."

Selain itu, pihaknya memiliki fokus dalam pemenuhan hak perempuan dalam aktivitas bisnisnya yang diwujudkan dalam inisiatif perusahaan ramah keluarga. Beberapa inisiatifnya yakni menerapkan waktu kerja yang fleksibel, mendukung pemberian ASI eksklusif di tempat kerja dengan menyediakan ruang laktasi yang sesuai dengan standar, pemberian asuransi kesehatan, hingga dukungan ibu menyusui melalui buddy sistem antarkaryawan.

Baca juga: Kemenkes : Ganja Medis Hanya untuk Riset, Tidak Perlu Revisi UU

Lebih jauh lagi, perusahaan juga memberikan edukasi nutrisi dan kesehatan secara rutin oleh expert kepada karyawan dan Employee Assistance Program (EAP) yaitu layanan konsultasi khusus secara virtual dengan psikolog untuk membantu karyawan terkait masalah kesehatan mental. Berbagai inisiatif tersebut dihadirkan sebagai bentuk upaya pembentukan lingkungan kerja yang aman dan sehat agar membantu pekerja dalam meningkatkan produktivitas. Pekerjaan yang layak dan kondisi kerja yang aman menjadi dasar bagi kesehatan dan merupakan inti dari target Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 yang menyerukan pencapai pekerjaan penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua perempuan dan laki-laki.

Executive Director of Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE) Maya Juwita menambahkan pihaknya mendukung inisiatif mandiri dari perusahaan-perusahaan anggotanya untuk memperpanjang cuti melahirkan bagi karyawan perempuan yang merupakan bentuk dukungan terhadap pemenuhan hak reproduksi. Arif mengakui dampak yang signifikan tak terkecuali dalam produktivitas karyawan karena kebijakan itu. Hingga 2020, pekerja perempuan menduduki 48% level manajerial dan 56% jajaran direksi Danone Indonesia. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT