05 July 2022, 15:00 WIB

Tingkatkan Edukasi Waspada DBD Secara Mobile


Gana Buana |

MENJELANG Hari Nyamuk Sedunia pada 20 Agustus mendatang, edukasi kesadaran pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus ditingkatkan. Untuk itu, Kementerian Kesehatan bersama perusahaan fast moving consumer goods (FMCG), Enesis, melakukan edukasi keliling melalui mobil edukasi agar lebih masiv. 

"Jadi kegiatan pencegahan harus kita masifkan untuk menanggulangi angka kasus DBD yang berjalan sepanjang tahun ini. Salah satu buktinya adalah kerja sama Kementerian Kesehatan dengan berbagai macam pihak, salah satunya Enesis," ungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat peluncuran Mobil Edukasi Keliling Enesis di Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa (5/7).

Ia mengatakan, pengakit DBD ini ada setiap tahun di Indonesia. Sebab, sekarang musim tidak tentu, maka banyak tempat yang jadi sarang jentik nyamuk. Hingga Juni 2022, kasus DBD di Indonesia mencapai angka 52 ribu dan telah menyebabkan 516 kematian.

"Kita memang harus menanggulangi secara masif, terutama pada anak-anak karena mereka rentan terkena DBD," imbuh Dante.

Adapun, jelad dia, mobil edukasi keliling tersebut akan memberikan himbauan mengenai Penerapan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan DBD melalui 3M+. Diantaranya, menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas, dan mencegah timbulnya tempat perkembangbiakkan nyamuk.

Baca juga: Musim Hujan Berkepanjangan, Ini Tips Menghindari Serangan Nyamuk

Mobil tersebut menyasar sekolah-sekolah dasar (SD), rumah sakit, dan masyarakat umum termasuk ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kota-kota di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal kota yang akan disambangi adalah Bandung, Cirebon, Yogyakarta, dan Malang. Kemudian, dilanjutkan secara bertahap dengan menargetkan lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia, yang puncaknya dilaksanakan pada 20 Agustus mendatang bertepatan dengan Hari Nyamuk Sedunia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Enesis Indonesia Ryan Tirta Yudhistira menambahkan, edukasi akan dilakukan dengan cara yang semenarik mungkin bagi anak-anak. Dengan demikian, melalui mobil edukasi keliling tersebut, anak-anak sekolah diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk menyebarkan informasi mengenai pencegahan DBD.

"Edukasi akan dibuat semenarik mungkin. Apalagi kita mengunjungi SD, maka kita akan buat seperti dongeng. Nanti juga akan ada maskotnya. Kami berharap kewaspadaan kepada demam berdarah menjadi semakin baik dan angka kematiannya juga semakin lama semakin kecil," jelas Ryan. (R-3)

BERITA TERKAIT