05 July 2022, 06:35 WIB

Chevron Merestorasi Mangrove di Riau dan Muara Angke Jakarta


mediaindonesia.com |

CHEVRON merupakan salah satu anggota pendiri AVPN Healthcare Pooled Fund, yang bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan primer di daerah pedesaan dan perkotaan yang sulit dijangkau di Asia Tenggara.

Peluncuran putaran II Pooled Fund dilaksanakan bertepatan dengan Konferensi Global AVPN 2022 yang diselenggarakan di Bali,  pada 20-24 Juni 2022.

Pooled Fund putaran II akan berfokus pada kesehatan dan nutrisi ibu, bayi, dan anak di Indonesia, Filipina, Kamboja, dan Vietnam.

Chevron memberikan kontribusi sebesar US$ 600.000 untuk Pooled Fund ini selama 3 tahun sejak tahun 2021.

Pada konferensi Global AVPN tersebut, Chevron juga membagikan pengalamannya pada sesi yang berkaitan dengan solusi berbasis alam serta pendidikan STEM (Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika). 

Sejak 2018, Chevron telah berkontribusi sebesar US$ 700.000 untuk solusi berbasis alam seperti upaya perencanaan restorasi pesisir khususnya ekosistem mangrove di Indonesia.

Baca juga: Kemenko PMK Gelar Penanaman Pohon Mangrove dan Sukun Di Pulau Tidung Kecil

Mangrove Ecosystem Restoration Alliance (MERA) di Riau seluas 200.000 hektare kawasan mangrove dan di Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) Jakarta seluas 25 hektare, bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan beberapa mitra industri lainnya.

Program MERA di SMMA Jakarta yang kini tengah berlangsung ini juga berkolaborasi dengan BalaiKonservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Chevron menyadari akan pentingnya kolaborasi dan kemitraan untuk menghasilkan perubahan positif dalam skala besar di Indonesia," jelas Wahyu Budiarto, Chevron Indonesia Country Manager dalam keterangan pers, Selasa (5/7). 

"Oleh karena itu, perusahaan bekerja sama dengan berbagai pelaku industri, baik dalam negeri maupun multinasional, untuk mendukung berbagai program yang mengedepankan solusi berbasis alam," jelasnya.

"Kami harap program-program ini dapat mendukung pemerintah dalam pencapaian target transisi energi nasional serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Wahyu.

Di Riau, Chevron dan YKAN melalui program yang sama juga telah mendukung Pemerintah Provinsi Riau dalam merencanakanrestorasiuntuk pengelolaan pesisir terpadu.

Perencanaan restorasi ini telah dijadikan dasar bagi pemerintah untuk melakukan restorasi pesisir khususnya ekosistem mangrove. 

Untuk Jakarta, Chevron tidak hanya mendukung perencanaannya, tetapi juga melaksanakan kegiatan restorasi ekosistem dan penguatan infrastruktur untuk meningkatkan fungsi kawasan Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA).

SMAA dikenal sebagai pusat pendidikan mangrove di Jakarta, untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi ekosistem mangrove.

“Dengan mempertemukan sektor publik dan swasta untuk bekerja sama dalam memulihkan ekosistem mangrove, diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan serta melindungi ekosistem mangrove secara berkelanjutan untuk mendukung mata pencaharian pesisir dan keanekaragaman hayati Indonesia,” ujarDirektur Program Kelautan YKAN Muhammad Ilman.

Selain program MERA, sejak 2021, Chevron melalui Chevron Miller Center for Social Entrepreneurship telah memprakarsai program Asia Pacific Climate Resilience Accelerator dalam rangka meningkatkan solusi ketahanan iklim melalui kewirausahaan sosial untuk tiga tahun kedepan.

Program senilai US$900.000 ini mendukung perusahaan-perusahaan dalam pengembangan solusi pertanian cerdas iklim (climate smart agriculture), air bersih, dan energi rendah karbon yang andal bagi komunitas rentan di Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

“Program Asia Pacific Climate Resilience Accelerator menantang kami untuk menjadi perusahaan sosial yang berskala besar," kata Rebekka Sondang Angelyn, Executive Director of Yayasan Rumah Energi (YRE).

"Kami dibantu oleh mentor yang secara khusus ditunjuk Chevron Miller Center untuk membentuk dan mengembangkan bisnis kami guna memberikan dampak positif kepada masyarakat dan lingkungan,” jelas Rebekka. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT