02 July 2022, 19:59 WIB

Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat Raih Penghargaan Blue Park


Mediaindonesia.com |

KAWASAN Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat memenangkan penghargaan bergengsi Blue Park tingkat emas untuk konservasi satwa liar laut yang luar biasa di Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa. 

Pengumuman tersebut disampaikan Presiden Marine Conservation  Institute Lance Morgan. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan, Victor Gustaaf Manoppo menerima penghargaan tersebut atas nama pemerintah Indonesia.

Menanggapi perolehan penghargaan tersebut, Syafri, Kepala Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat Syafri merasa terhormat atas penghargaan tersebut.

“Kehormatan luar biasa dapat menerima penghargaan emas Blue Parks ini. Kami bangga menjadi bagian dari Blue Parks Network untuk membangun jaringan global yang kuat dari wilayah laut yang dikelola dengan baik. Di Raja Ampat, kami ingin terus memperkuat pengelolaan untuk mempromosikan kesehatan laut dan memastikan keberlanjutan pangan dan sumber daya alam untuk generasi mendatang," ujarnya.

Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat adalah jaringan enam kawasan lindung laut di jantung Segitiga Terumbu Karang di Bentang Laut Kepala Burung Indonesia. 

Di perairan dangkal, jaringan ini melindungi terumbu tepi, penghalang, patch, dan atol yang luas dan beragam yang mengandung setidaknya 488 spesies, mewakili 75% spesies karang yang dikenal di seluruh dunia. 

Lebih dari 1.000 spesies ikan berkeliaran di sekitar karang membentuk kumpulan berwarna cerah termasuk parrotfish, tangs, dan rainbow runner. 

Selain terumbu karang yang luas, beberapa wilayah di Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat memiliki hutan bakau yang merupakan habitat penting bagi ikan dan makroinvertebrata. 

Sementara di saluran dalam antarpulau, jaringan tersebut melindungi berbagai habitat laut dalam yang unik, termasuk gunung bawah laut, puncak, dan ngarai bawah laut.

Jejaring Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat adalah contoh luar biasa dari upaya kolaboratif yang digerakkan oleh masyarakat dan didukung oleh banyak pihak. 

Jejaring Kawasan Konservasi di Perairan pada wilayah Bentang Laut Kepala Burung, Papua Barat tersebut diluncurkan dengan dukungan pemerintah daerah, masyarakat, dan beberapa LSM seperti Conservation International Indonesia, The Nature Conservancy, dan World Wildlife Fund pada 2004. Tujuannya untuk melindungi keanekaragaman hayati laut, mengatasi masalah penangkapan ikan ilegal, dan pengelolaan yang aman bagi ekosistem laut.

“Sebagai salah satu mitra pembangunan, kami bangga dan berterima kasih atas penghargaan 
Blue Park untuk Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat. Hal ini membuktikan bahwa kerja sama merupakan kunci keberhasilan pengelolaan kawasan konservasi," ujar Direktur Program Kelautan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Muhammad Ilman

Terpisah, West Papua Program Director Konservasi Indonesia Meity Mongdong mengatakan, Raja Ampat menjadi contoh pengembangan kawasan konservasi di kawasan lain.

"Memberikan contoh bagaimana pengelolaan yang kuat dan inklusif dapat bermanfaat bagi masyarakat lokal saat ini dan untuk generasi mendatang," ujar Meity.

Melestarikan kearifan lokal, nilai-nilai, dan praktik pengelolaan tradisional merupakan bagian integral dari pengelolaan jaringan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat. 

Masyarakat lokal memiliki hak kepemilikan tradisional atas wilayah tersebut, dan mengintegrasikan praktik pengelolaan tradisional seperti sasi.

Keberhasilan Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan
Raja Ampat juga didukung oleh tim pengelola yang sebagian besar terdiri dari masyarakat lokal. Selain itu, pemasukan dari tiket masuk wisata juga digunakan untuk mendukung konservasi untuk pengelolaan kawasan.

“Selamat untuk Blue Parks tahun ini. Kawasan konservasi laut ini menjaga kehidupan laut dan membantu merevitalisasi laut kita. Kami berharap Penghargaan Blue Parks 2022 menginspirasi lebih banyak masyarakat dan pemerintah berkomitmen pada perlindungan yang kuat dan efektif bagi ekosistem laut yang penting," ujar Presiden Marine Conservation Institute Lance Morgan.

Ilmuwan Senior dan Direktur Program Blue Parks Sarah Hameed mengakui upaya luar biasa oleh pemerintah Indonesia, pengelola kawasan  konservasi perairan, LSM, dan masyarakat lokal yang secara efektif melindungi ekosistem laut. 

Penghargaan tersebut diberikan setiap tahun sejak diluncurkan pada 2017. Kawasan Konservasi di Perairan Kepulauan Raja Ampat adalah Blue Park kedua di Indonesia. Cagar Alam Laut Misool, yang berada di Raja Ampat, memperoleh Penghargaan Blue Park pada 2018. 

“Penghargaan Blue Park mendukung kemajuan nyata menuju target konservasi laut  internasional. Perjanjian internasional telah mendorong percepatan penetapan kawasan konservasi laut. Beberapa dari penetapan ini tidak memiliki perlindungan yang memadai untuk benar-benar membuat perbedaan. Itu sebabnya kami membutuhkan Blue Parks untuk memastikan kawasan konservasi laut yang ditunjuk menjadi tempat yang benar-benar menjaga keanekaragaman hayati," ujar Sarah. (OL-8)

BERITA TERKAIT