01 July 2022, 16:08 WIB

Perluas Cakupan Imunisasi untuk Lindungi Masyarakat dari Penyakit


Mediaindonesia.com |

BERBAGAI upaya pencegahan penyebaran penyakit harus konsisten untuk menghindari ledakan penyakit di masa datang. Cakupan imunisasi harus diperluas sejak dini dengan memperkuat data base dan kesadaran masyarakat.

"Di tengah potensi ancaman sejumlah penyakit saat ini, berbagai upaya untuk mencegah ancaman itu terjadi harus terus dikedepankan dalam rangka melindungi setiap warga negara," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/7). Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022 pada pertengahan Mei 2022 untuk seluruh provinsi di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Selanjutnya tahap II dilaksanakan mulai Agustus 2022 bagi provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Menurut Lestari, program imunisasi anak yang dicanangkan pemerintah harus mendapat dukungan penuh dari para pemangku kepentingan. Apalagi, jelas Rerie, sapaan akrab Lestari, data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi covid-19 dengan jumlah terbanyak di Jawa Barat, Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, dan DKI Jakarta.

Bulan Imunisasi Anak Nasional dengan vaksin yang disediakan pemerintah secara gratis, ujar Rerie, seharusnya mendapat perhatian dari banyak pihak. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berharap para pemangku kepentingan di pusat dan daerah ikut mendorong agar BIAN dimanfaatkan masyarakat secara luas.

Secara umum, ujar Rerie, pemerintah telah menyusun sejumlah strategi untuk menggalakkan imunisasi rutin pada anak guna memberikan perlindungan dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Strategi itu antara lain, tambahnya, menambah tiga jenis imunisasi rutin pada anak dari sebelumnya 11 antigen menjadi 14 antigen, digitalisasi data imunisasi, dan imunisasi anak akan dilakukan melalui undangan di aplikasi. (OL-14)

BERITA TERKAIT