30 June 2022, 07:55 WIB

Mendapatkan Penghargaan Muri


Hym/X-6 |

BERKAT penelitian dalam pembuatan teknologi fermentasi pakan komplet yang disebut ‘burger pakan’, saya memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Teknologi fermentasi pakan komplet burger pakan telah dikembangkan sejak 15 tahun terakhir.

Pengembangan teknologi pakan tersebut didasarkan pada fakta banyak peternak sapi potong memberi pakan dari limbah pertanian yang kualitas nutrisinya relatif rendah. Umumnya mereka memberi pakan berupa jerami, tebon jagung, dan pakan konsentrat dari limbah pertanian dan industri seperti dedak padi, kulit kopi, kakao, dan sebagainya.

Karena itu, untuk meningkatkan kualitas nutrisi pakan, saya mengembangkan burger pakan ditambah dengan multimikrobia yang dinamakan saos burger pakan untuk meningkatkan kualitas nutrisinya.

Ketika sapi mengonsumsi pakan dengan penambahan atau perlakuan saos burger pakan, nutrisi dan kecernaannya meningkat sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas ternak. Untuk sapi potong, teknologi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan ternak.

Burger pakan merupakan teknologi yang mudah, murah, aman, dan baik. Burger pakan terbuat dari jerami, padi, dedak gandum, molase, dan larutan mikrobia. Jerami merupakan bahan yang mudah didapat dan murah. Proses fermentasi juga hanya berlangsung selama 24 jam.

Fakultas Peternakan UGM sendiri telah mengimplementasikan pembuatan burger pakan ketika terjadi bencana erupsi Merapi pada 2010. Burger pakan ternak menjadi solusi penyediaan pakan ternak berkualitas untuk puluhan ribu sapi milik peternak terdampak erupsi. (Hym/X-6)

 

 

BERITA TERKAIT