29 June 2022, 18:54 WIB

DPR: Sulit Tiba-tiba Menambah Kuota Haji untuk Indonesia


M. Iqbal Al Machmudi |

PEMERINTAH Arab Saudi mau memberikan kuota 10 ribu kursi, namun sulit dilakukan karena keterbatasan waktu, serta belum masuk dalam sistem E-hajj.

E-hajj merupakan sistem penyelenggaraan haji berbasis elektronik yang diterapkan Arab Saudi secara serentak kepada negara yang mengirim jemaah haji.

"Memang di E-hajj itu tidak masuk, karena tidak masuk kita, tidak punya landasan untuk membicarakannya secara resmi, kecuali masuk dalam sistem E-hajj," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka dalam keterangannya, Rabu (29/6).

Baca juga: 78.339 Jemaah Haji Indonesia sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

Alhasil, DPR tidak bisa membahas lebih lanjut soal kabar penambahan 10.000 kuota haji dari otoritas Arab Saudi. Sebab, tidak ada landasan dalam sistem E-hajj. 

Terlebih, pemberangkatan jemaah calon haji Indonesia jelang closing date pada 3 Juli 2022. Sehingga, konsentrasi saat ini masih pada pemberangkatan jemaah gelombang kedua.

Baca juga: Calon Haji Penderita Diabetes Wajib Pakai Alas Kaki yang Nyaman

"Kalau sekarang tambahan agak susah ya, karena menyangkut pendanaannya juga. Nilai manfaat dana haji, lalu persiapan di Tanah Air," pungkas politisi PDIP.

"Ini tanggal 3 Juli Saudi sudah tutup. Kita enggak bisa menunggu tiba-tiba dapat kuota tambahan, sulit juga secara teknis," imbuhnya.

"Kita kan bergerak terintegrasi, kuotanya di E-hajj. Jadi sudah selesai masalahnya, karena memang secara eksistensi kuotanya tidak termasuk dalam ruang formal," pungkasnya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT