27 June 2022, 10:30 WIB

Muhibah Budaya Jalur Rempah Kembali Berlayar Menuju Surabaya


M. Iqbal Al Machmudi |

MUHIBAH Budaya Jalur Rempah bersama KRI Dewaruci kembali melanjutkan perjalanan menuju Surabaya Jawa Timur dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT). Perjalanan diperhitungkan selama 5 hari dan sampai pada 1 Juli 2022.

"Dalam sejarah Kota Kupang NTT merupakan salah titik persinggahan yang berbentuk jalur rempah mudah-mudahan Muhibah Budaya Jalur Rempah dapat menghidupkan kembali romantisme sejarah jalur rempah pada masa lampau. Selamat melanjutkan perjalanan ke titik selanjutnya," kata Sekretaris Daerah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur Fahrensy P. Funay dalam ceremony pelepasan di Pelabuhan Tenau, Kupang, Senin (27/8).

Muhibah Budaya Jalur Rempah berangkat bersama 37 anak muda yang berasal dari 34 provinsi yang tergabung dalam laskar rempah. Sebelumnya laskar rempah tersebut telah mengeksplorasi rempah-rempah di Kupang, selanjutnya akan kembali mempelajari rempah-rempah di Surabaya dan berakhir di Mojokerto.

"Sejarah Nusantara patut dikenang dan menjadi motivasi generasi muda untuk terus membangun bangsa. Sehingga kita tidak kalah bersaing dengan negara lain. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan kebanggaan akan jati diri bangsa dengan mempengaruhi persepsi masyarakat daerah dan internasional terkait peran Indonesia di masa lalu dan potensi Indonesia di masa depan," jelasnya.

Perjalanan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat agar terlibat aktif dalam melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan warisan budaya jalur rempah sebagai modal mensejahterakan kehidupan jasmani dan rohani masyarkat yang terlibat di dalamnya.

Perjalanan menuju Surabaya merupakan rute terakhir dari Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022. Banyak persiapan selama ini yang sudah disusun jauh-jauh hari dari Kemendikbud-Ristek dan laskar rempah.

"Persiapan kami sejak tahun lalu karena direncanakan ekspedisi ini dilakukan pada 2021 namun terhalang pandemi baru terlaksana tahun ini. Sehingga selama masa menunggu kami melakukan berbagai persiapan," ujar Laskar Rempah asal Jawa Tengah Agustinus Damar Wahyu Nugroho.

Pelatihan dilakukan secara daring dan latihan fisik ringan agar menjaga kebugaran. Selain itu dibekali juga dasar-dasar pembuatan konten, pilar-pilar jalur rempah yang harus dieksplorasi, dan kreativitas lainnya yang bisa ditampilkan saat ada agenda lainnya.

Agustinus berharap dengan perjalanan terakhir dari muhibah di 2022 ini ditutup dengan sempurna sehingga bisa meningkatkan kemeriahan di muhibah-muhibah selanjutnya.

"Menutup dan membuat sambungan cerita yang indah, tapi penutup yang bukan akhir tapi awal dari suatu yang besar mengusulkan jalur rempah sebagai warisan budaya UNESCO di 2024" pungkasnya.

Muhibah Budaya Jalur Rempah dimulai 1 Juni 2022 hingga 2 Juli 2022 dengan menggunakan kapal legendaris KRI Dewaruci milik TNI AL. Kegiatan ini menyusuri enam titik Jalur Rempah yakni Surabaya, Makassar, Baubau dan Buton, Ternate dan Tidore, Banda Neira, Kupang. Dari Kupang, KRI Dewaruci akan kembali ke Surabaya. (H-1)

BERITA TERKAIT