25 June 2022, 20:15 WIB

Kemenko PMK Gelar Penanaman Pohon Mangrove dan Sukun Di Pulau Tidung Kecil


Widhoroso |

KEMENTERIAN Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) kembali menggaungkan Aksi Nyata Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Aksi nyata itu berupa rangkaian penanaman mangrove dan sukun di Pulau Tidung Kecil, Kepulauan Seribu, Jumat (25/6) .

Penanaman mangrove dan pohon sukun ini merupakan kerja sama Kemenko PMK dengan Pemda Provinsi DKI dalam hal ini melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Kepulauan Seribu.  Aksi penanaman mangrove dan pohon sukun di Pulau Tidung yang terkenal sebagai destinasi wisata bahari tersebut dihadiri segenap jajaran Eselon 2 dan para pegawai Kemenko PMK.

Kegiatan ini dihadiri Asisten Deputi Harmonisasi Ekosistem Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian, Nuryani Yunus, Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidya, Asdep Revolusi Mental Kemenko PMK Katiman Kartowinomo serta Koordinator Sekretariat Gugus Tugas Nasional (GTN) GNRM, Yayan Sopyani Al Hadi.

Hadir pula mahasiswa dan pembina Politeknik Ahli Usaha Perikanan (Poltek AUP),  Pelajar SMK 61 Kepulauan Seribu, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Komunitas Terumbu serta Peduli Lingkungan, dan Masyarakat sekitar Pulau Tidung. Para peserta disambut oleh Kepala Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Zaenab Biki.

Aksi nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon kali ini adalah lanjutan dari aksi nyata yang telah di-launching Menko PMK Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P pada akhir Mei 2022 lalu di Bali. Aksi tersebut menjadi komitmen pemerintah sebagai bentuk aksi nyata cinta lingkungan dan menekan dampak perubahan iklim.

Pulau Tidung Kecil dipilih menjadi tempat penanaman mangrove dan sukun karena mangrove sangat berperan besar menjaga ekosistem pesisir. Sementara pohon sukun dipilih karena pohon sukun adalah tanaman endemik di Pulau Tidung Kecil.

Kepala Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Devi Lidya menyebutkan penanaman pohon sukun juga sangat penting kali ini karena pohon sukun di Pulau Tidung Kecil sebagian besar meranggas kering akibat  banjir rob. Devi Lidya meyakinkan bahwa Pemprov DKI mendukung Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon ini khususnya di Kepulauan Seribu.

“Pemerintah DKI Jakarta menargetkan penanaman 80 ribu batang mangrove hingga Oktober tahun ini. Hal tersebut merupakan target kami sebagai bentuk dukungan Pemerintah DKI dalam mensukseskan Aksi Nyata Revolusi Mental Penanaman Sepuluh Juta pohon yang diinisiasi oleh Kemenko PMK,” ujarnya.

Sedangkan Asdep Revolusi Mental Kemenko PMK, Katiman menjelaskan beberapa rangkaian Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon di seluruh Indonesia sampai 2023. Ditegaskan, aksi ini berkolaborasi dengan berbagai pihak sebagai bentuk pengamalan nilai revolusi mental yakni gotong royong.

"Kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari pembudayaan cinta lingkungan kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain unsur pemerintah, kami juga berkolaborasi dengan ormas keagamaan, perguruan tinggi, kelompok masyarakat, dan lainnya. Masyarakat banyak yang sudah paham pentingnya menanam pohon, bahkan ada yang swadaya menyedikan bibit sendiri dan menanamnya,“ ujar Katiman seraya menandaskan penanaman ini akan berlanjut sampai 80 ribu mangrove di Pulau Tidung Kecil hingga akhir tahun.

Diharapkan, Aksi Nyata Penanaman Sepuluh Juta Pohon ini akan terus dikampanyekan dan dilakukan secara konsisten dapat sedikit memberi dampak pada kelestarian bumi Indonesia. (OL-15)

BERITA TERKAIT