23 June 2022, 15:39 WIB

Menag: Kurban tak Perlu Dipaksakan saat Wabah PMK


Indriyani Astuti |

MENTERI Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengimbau masyarakat tidak memaksakan menyembelih hewan kurban pada Idul Adha 1443 Hijriah. Pasalnya, wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tengah merebak. Ia menjelaskan, berkurban adalah ibadah yang bersifat sunnah muakad atau tidak wajib.

"Hukum kurban itu adalah sunah muakad, sunah yang dianjurkan, jadi bukan wajib. Dalam kondisi tertentu kurban ini tidak bisa dilaksanakan," terang Menag saat konferensi pers seusai menghadiri Rapat Internal Penanganan PMK di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/6).

Baca juga: Pendidikan dan Pelatihan Vokasi Dukung Kaum Muda Kompeten di Era Digital

Rapat tersebut dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), turut hadir Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto. 

Kementerian Agama, imbuh dia, akan mengatur tata cara berkurban saat wabah. Menag mengaku telah menemukan beberapa fatwa mengenai hal itu. Meskipun demikian, ia akan berkoordinasi dengan organisasi masyarakat (ormas) Islam terlebih dahulu sebelum menyampaikannya pada masyarakat. (OL-6)

BERITA TERKAIT