23 June 2022, 08:09 WIB

Sandiaga Uno: Perlu Pelatihan untuk Tingkatkan Kualitas Desa Wisata


mediaindonesia.com |

KALI ini, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 menyapa Desa Wisata Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) tahun kedua ini mengangkat tema ’Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit’.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat pada Rabu sore (22/6). Beragam seni tari khas Hilisimaetano ditampilkan untuk menyambut Menteri Parekraf dan rombongan.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi tampak didampingi Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, dan Kepala Desa Hilisimaetano Formil Dakhi. 

Dalam sambutannya, Sandi mengungkapkan ketakjubannya terhadap keindahan alam hingga kekayaan budaya lokal di Desa Hilisimaetano.

”Saya ucapkan selamat kepada Bapak Bupati yang telah bisa meningkatkan gairah ekonomi dalam tatanan ekonomi baru dengan Desa Wisata Hilisimaetano, tepuk tangan untuk kita semua,” ucap Sandi disambut riuh tepuk tangan warga Desa Hilisimaetano dalam keterangan pers, Kamis (23/6).

Baca juga: Libatkan Masyarakat Lokal untuk Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

Sandi mengatakan, Kemenparekraf akan memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan sarana prasarana dan kualitas destinasi wisata tersebut.

”Seperti toilet hanya ada satu. Kita akan tingkatkan homestay. Juga kita ingin jadikan desa wisata ini sebagai tujuan kunjungan wisatawan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami juga akan meningkatkan ekonomi kreatifnya sehingga lapangan kerja terbuka dan ekonomi masyarakat meningkat,” beber Sandi.    

Hilisimaetano terpilih menjadi salah satu dari 50 desa wisata terbaik yang terjaring melalui proses seleksi ketat pada tahun ini.

Seleksi tersebut berdasar tujuh kategori penilaian, yakni; 1. Daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), 2. Suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), 3. Homestay, 4. Toilet umum, 5. Digital dan kreatif, 6. Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), dan 7. Kelembagaan Desa.

Untuk diketahui, pada ADWI tahun 2021 terjaring 1.831 desa wisata yang ada di Indonesia dan target di tahun 2022 adalah 3.000 desa wisata yang diharapkan terjaring.

Hal itu dapat mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia. Dalam pengembangan desa wisata, Kemenparekraf berkolaborasi dengan mitra strategis yaitu Astra, BCA, dan BNI. Hilisimaetano sendiri akan menjadi peserta Desa Sejahtera Astra (DSA). 

DSA adalah program pembinaan dan pengembangan desa dari Astra selama satu tahun ke depan.

Hal tersebut selaras dengan tujuan penyelanggaraan ADWI, yakni agar menjadi daya ungkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Itu diharapkan dapat membangkitkan ekonomi desa. Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia. 

Hilisimaetano terbentang sepanjang sekitar 500 meter. Itu menjadikan permukiman  tradisional Desa Hilisimaetanö ini sebagai kampung terpanjang di seluruh kepulauan Nias.

Desa ini juga merupakan salah satu desa adat tertua di Kabupaten Nias Selatan dengan sejumlah peninggalan sejarah. Seperti, batu megalitik, rumah adat, serta tradisi-tradisi yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Untuk mencapai Desa Wisata Hilisimaetano diperlukan waktu tempuh sekitar 2,5 jam dari Bandara  Binaka, dengan menggunakan kendaraan roda empat. 

Bicara potensi, Desa Wisata Hilisimaetano memiliki segudang kekayaan alam dan seni budaya. Dari sisi keindahan alam, desa tersebut memiliki wilayah seluas 10 hektar yang merupakan dataran  dengan beberapa perbukitan. Mayoritas penduduk memiliki mata pencaharian petani. Hilisimaetano menjadi  salah satu lumbung padi terbesar yang ada di Kepulauan Nias. Di Hilisimaetano juga  terdapat hutan, gua, serta air terjun.

Bicara seni dan budaya, Desa Wisata Hilisimaetano kaya akan tarian adat di antaranya Tarian Maluaya Si'oligo. Tarian Maluaya Si'oligo. merupakan tarian yang menyiratkan persatuan seluruh masyarakat desa.

Selain itu, ada Tari Fogaele, atau yang lebih dikenal dengan tarian penyambutan di mana para penari wanita membawa Bola Nafo - tas anyaman berisi sirih - untuk diberikan pada tamu kehormatan. Tarian ini menunjukan kelembutan para wanita.

Kemudian, Tari perang - Faluaya seperti namanya tarian tersebut menunjukan keperkasaan para pejuang. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT