22 June 2022, 20:25 WIB

Kesiapan Transformasi Kesehatan Butuh Dukungan Klinik Swasta


Gana Buana |

KESIAPAN transformasi sektor kesehatan Indonesia butuh dukungan, terutama dari klinik di berbagai daerah. Sebab, klinik swasta sebagai bagian penting dari ekosistem pelayanan kesehatan primer di Indonesia perlu menggunakan teknologi dalam kegiatan usahanya. 

“Klinik Pintar siap mendukung program transformasi kesehatan Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan,” ungkap CEO Klinik Pintar Harya Bimo dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (22/6).

Ia mengatakan, data kesehatan saat ini sebagian besar masih belum updated dan tidak konsisten. Pandemi covid-19 semestinya mengajarkan tentang pentingnya digitalisasi terutama di sektor Primary Care sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, namun sayangnya masih banyak klinik yang belum siap go digital. Berbagai tantangan yang dialami klinik seperti pengembangan usaha, akreditasi dan standarisasi layanan membuat digitalisasi klinik semakin sulit dilaksanakan. 

“Maka dari itu, Klinik Pintar hadir memberikan solusi secara menyeluruh tidak hanya melalui digitalisasi, namun juga memberdayakan klinik agar lebih maju melalui jaringan pendukung yang terintegrasi,” jelas dia. 

Melalui riset yang didapatkan Klinik Pintar di wilayah Pekanbaru, beberapa permasalahan utama yang dihadapi klinik adalah Strategi Pengembangan Bisnis dan Layanan (29,8%), Akreditasi dan Standardisasi Layanan Klinik (19,3%), serta Peningkatan Kualitas SDM Klinik (12,5%). Permasalahan lain yang juga ditemukan antara lain Sistem Pengelolaan Uang dan Perpajakan (8,8%) dan Pengadaan Obat yang Terjangkau (7,1%).

Baca juga: Selain Bahan Makanan, Keju Sangat Bermanfaat untuk Kesehatan
 
Ketua Asosiasi Klinik (ASKLIN) wilayah Riau dan Pekanbaru Nuzelly Husnedi mengatakan, berbagai permasalahan yang ada di layanan primer khususnya klinik menjadi concern bersama bagi asosiasi fasilitas kesehatan. Sebab, klinik sebagai bagian dari layanan primer harus bisa berdaya dari segi sumber daya manusia maupun dari manajerial bisnis. 

“Penguatan layanan primer merupakan faktor penting dalam membangun ekosistem kesehatan di Indonesia. Saatnya ASKLIN, IDI, Dinas Kesehatan, pemilik dan pengelola klinik, serta seluruh stakeholder kesehatan tingkat pratama di Pekanbaru untuk berbenah dan segera menyiapkan diri untuk digitalisasi dan transformasi industri kesehatan,” jelas Nuzelly.
 
Chief Medical Officer Klinik Pintar Eko S Nugroho menambahkan, selain menyediakan platform yang disebut Klinik OS (Klinik Operating System), Klinik Pintar juga turut membantu klinik mengembangkan usahanya melalui kerja sama layanan baru. 

“Upaya ini diterwujud dalam lahanan kesehatan preventif, layanan ibu dan anak, peningkatan kompetensi dokter umum dan tenaga medis klinik melalui Learning Management System (LMS), dukungan penguatan rantai pasok klinik, pendampingan standarisasi & akreditasi klinik, sampai membantu pemilik klinik mengelola usaha kliniknya secara profesional,” tandas dias (R-3)

BERITA TERKAIT