22 June 2022, 18:40 WIB

Alat Kebersihan Konvensional Bertahan di Tengah Kemajuan Teknologi


Gana Buana | Humaniora

ALAT kebersihan konvensional bertahan di tengah gempuran kecanggihan teknologi alat kebersihan modern. Pasalnya, alat kebersihan konvensional seperti sapu, kain pel, lap, punya fleksibilitas dan aspek familiaritas yang tidak bisa digantikan oleh mesin.

“Penggunaanya lebih hemat energi karena tidak membutuhkan tenaga listrik. Perawatan dan penyimpanannya juga relatif lebih mudah. Agar fungsinya maksimal, kuncinya, kita perlu memahami faktor-faktor penting dalam memilih alat kebersihan.” ujar Direktur Utama Klinko, produsen alat kebersihan lokal yang menggunakan material benang daur ulang, Anggun Supanji, dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (22/6).

Menurut dia, ada sejumlah saran dalam memilih alat kebersihan konvensional. Pertama, memahami jenisnya. Jenis ruangan serta bangunan, baik rumah ataupun perkantoran juga menjadi pertimbangan dalam menentukan model alat kebersihan yang akan digunakan.

Kedua, mengenali materialnya. Bahan baku yang berkualitas umumnya ditandai dengan daya serap yang tinggi serta cepat kering. Misalnya adalah kain pel dan lap yang terbuat dari microfiber. Bahan ini kian populer sebab merupakan bahan sintetis yang menghasilkan tekstur lembut dan memiliki partikel halus yang bisa menembus debu.

Baca juga: Hari Kebersihan Menstruasi Dirayakan di Lapas Kerobokan Bali

Ketiga, metode pembuatan. Alat kebersihan diproduksi melalui proses jahit dengan berbagai teknik tergantung pada model atau motif yang ingin dihasilkan. Keempat, masa pakai. Dengan memilih alat kebersihan yang bisa dipakai berulang dan digunakan berkali-kali tentu akan menghemat biaya.

“Pertimbangkan jangka waktu mengganti alat kebersihan seperti kain pel bisa dilakukan 4-5 bulan sekali. Sementara untuk keset yang diletakkan di teras bisa diganti setiap 6 bulan sekali,” jelas Anggun.

Selanjutnya, kata dia, kelima mudah dibersihkan. Kualitas alat kebersihan yang mudah dibersihkan sangat bergantung pada jenis bahannya. Terakhir, estetika.

“Selain mempertimbangkan hal-hal di atas, jangan lupa estetikanya. Hal ini diterapkan oleh Klinko yang mengusung identitas Cleaning with Colors yaitu memproduksi alat kebersihan beraneka warna. Klinko ingin agar aktivitas membersihkan dapat terasa menyenangkan dan tidak menjadi rutinitas yang membosankan,” tandas dia. (R-3)

BERITA TERKAIT