22 June 2022, 19:48 WIB

TPT di Ruas Cugenang-Salahuni Ambruk Akibat Hujan


Benny Bastiandy |

TEMBOK penahan tanah (TPT) di ruas jalan Cugenang-Salahuni di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami ambruk. Penyebabnya kontur tanah yang labil akibat dampak tingginya intensitas curah hujan.

Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan Wilayah II Warungkondang, Hendi Juhaendi menjelaskan ambruknya TPT pada STA 4.500 itu diduga karena tidak bisa menahan tingginya debit air tinggi saat hujan deras. Tidak ada bangunan rumah warga yang terdampak akibat kejadian tersebut.

"Kami sudah lakukan koordinasi dengan Dinas PUTR (Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) untuk penanganannya. Kami lakukan survey. Tapi pengerjaannya dilaksanakan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah)," kata Hendi, Rabu (22/6).

Lokasi ambruknya TPT memang berada di UPTD Pemeliharaan Jalan Wilayah II Warungkondang. Hendi menuturkan biaya pelaksanaan penanganan TPT menggunakan dana tanggap darurat bencana.

"Karena memang itu akibat bencana alam, maka penanganannya menggunakan dana tanggap darurat. Saat ini sedang dalam pengerjaan," jelasnya.

Hendi tak memungkiri tingginya curah hujan akhir-akhir ini cukup berdampak terhadap potensi kerusakan jalan maupun infrastruktur lainnya. Karena itu, UPTD Pemeliharaan Jalan Wilayah II Warungkondang selalu sigap menangani setiap kerusakan jalan. "Seperti yang kami laksanakan kemarin (Selasa) di ruas Munjul-Gintung di Kecamatan Cugenang," tuturnya.

Ruas jalan Munjul-Gintung memiliki panjang sekitar 3,7 kilometer dengan lebar 3 meter. Dari panjang tersebut, hampir 2 kilometer atau dari STA 0 hingga STA 2.000 kondisinya dikategorikan rusak berat. "Penanganan yang kami lakukan dengan melaksanakan tambal sulam menggunakan overlay hotmiks sebanyak 10 ton," ungkapnya.

Pengerjaan diselesaikan dalam waktu satu hari. Cepatnya penanganan yang dilakukan, katq Hendi, untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat, terutama para pengendara. "Ini juga untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, khususnya di kalangan pengendara sepeda motor, karena terdapat banyak lubang yang cukup dalam. Kami maksimalkan pengerjaannya," pungkas Hendi. (OL-15)

BERITA TERKAIT