22 June 2022, 17:55 WIB

Kotra Bandung Butuh 5.000 Dosis Vaksin PMK


Naviandri |

DINAS Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Jawa Barat memperkirakan, kebutuhan vaksin penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan berkuku belah di Kota Bandung sekitar 5.000 dosis. Perkiraan itu berdasarkan jumlah hewan ternak berkuku belah yang sehat di Kota Bandung saat ini.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan di Bandung, Rabu (22/6) mengatakan, telah mengajukan permohonan vaksin PMK ke pemerintah pusat sejak lama. Namun saat pengajuan, pihaknya tak mencantumkan jumlah kebutuhan secara eksplisit.

"Saat mengajukan vaksin, kami belum mengetahui jumlah hewan yang tertular (PMK). Sementara itu, sasaran vaksin merupakan hewan yang sehat. Lantaran demikian, kami tak menyebutkan jumlah dalam permohonan bantuan vaksin ke pusat," terangnya.

Gin Gin juga menyebutkan, belum ada informasi waktu penyaluran vaksin PMK ke Kota Bandung. Sepengetahuannya, hal serupa juga terjadi pada daerah-daerah lain.

Kepala Bidang Keamanan Pangan pada DKPP Kota Bandung, Ermariah menambahkan, vaksin PMK prioritas untuk sapi-sapi yang berusia panjang. Hal itu sebagaimana arahan dari pemerintah pusat. Misalnya, pejantan untuk keperluan inseminasi dan sapi perah.

"Merujuk data DKPP, terdapat 161 sapi perah dan 1.344 sapi potong di Kota Bandung, jumlah sapi perah yang ada di Kota Bandung terbilang sedikit. Yang jelas saat ini, pemerintah mempercepat vaksinasi dan pemberian obat untuk mencegah meluasnya PMK pada hewan ternak," ujarnya.

Sementara itu Dinas Pertanian Kabupaten Bandung mulai melakukan vaksinasi PMK pada hewan ternak. Saat ini, total hewan ternak yang terpapar PMK di Kabupaten Bandung mencapai 4.751 ekor, sebagian besar merupakan sapi perah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Tisna Umaran mengatakan, vaksinasi PMK baru dilaksanakan terhadap ratusan sapi perah di daerah Kertasari. Sementara ini, kata dia, vaksin yang diterima Pemkab Bandung, baru 500 dosis, tetapi bisa ditambah.

"Tadi kami melaksanakan vaksinasi di Kertasari, karena di lokasi ini relatif lebih clear dibandingkan dengan di Pangalengan. Di lokasi tadi kami yakini belum banyak yang tersentuh, baik oleh lalu lintas orang mau pun hewan," ujarnya.

Tisna melanjutkan, sasaran vaksinasi berikutnya adalah di Kecamatan Pangalengan. Dari total 500 dosis vaksin yang telah diterima pihaknya, rencananya bakal habis dalam dua hari. "Kalau yang 500 dosis  ini bisa segera kami selesaikan, kami akan langsung melaporkannya kepada pusat. Jadi, vaksin yang baru bisa didatangkan lagi. Soalnya, sekarang ini di daerah seperti sedang berlomba-lomba untuk mendapatkan vaksin dari pusat," jelasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT