21 June 2022, 23:19 WIB

32 Jemaah Haji Indonesia Dirawat di Arab Saudi


Sobih Adnan |

KLINIK Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mencatat masih ada 32 jemaah calon haji (JCH), yang menjalani perawatan di klinik milik pemerintah Indonesia di Arab Saudi.

"Mereka rata-rata menderita dehidrasi, sehingga penyakit bawaan dari Tanah Air kambuh," jelas Kasi Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) M Imran Saleh, Selasa (21/6).

Selain itu, masih ada dua jemaah yang menjalani perawatan di rumah sakit pemerintah Arab Saudi. Di antaranya, mengalami serangan jantung dan patah pergelangan kaki.

Baca juga: Terjatuh dari Eskalator, Jemaah Haji Alami Patah Tulang

"Insyaallah yang dirawat di RS Arab Saudi kondisinya baik. Yang patah pergelangan kaki sudah dilakukan operasi kecil pemasangan klep. Kemungkinan dalam waktu 6-8 hari ke depan bisa beraktivitas," imbuhnya.

Adapun tindakan operasi terpaksa dilakukan, karena jemaah yang mengalami jatuh di kamar mandi, sempat tidak bisa menggerakkan pergelangan kakinya.

Meski dua jemaah dirawat di RS Arab Saudi, namun dokter dari KKHI melakukan kunjungan dan pendampingan setiap hari.

"Setiap hari kami kunjungi mereka. Menjembatani pasien dengan dokter yang menangani, sekaligus memberikan dukungan moril," kata Imran.

Baca juga: Kemenag: 50% Jemaah Haji Sudah Terbang ke Tanah Suci

Di samping rawat inap, KKHI Makkah juga melakukan rawat jalan bagi 2.098 jemaah. Mayoritas jemaah mengalami dehidrasi, hipertensi, hingga diabetes.

"Biasanya jemaah mengalami tekanan darah meningkat karena dehidrasi, sehingga perlu kontrol. Sering kali akibatnya penyakit bawaan, lalu kambuh," sambung dia.

Untuk menghindari dehidrasi, pihaknya menyarankan jemaah untuk minum air putih sesering mungkin. Minum sebelum haus merupakan hal yang harus dilakukan selama di Arab Saudi, karena cuaca panas yang cukup ekstrem.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT