21 June 2022, 21:37 WIB

Lulusan Magister Akuntansi Harus Menjawab Kebutuhan Industri


mediaindonesia.com |

UNIVERSITAS Pancasila (UP) menggelar workshop Akreditasi Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (Lamemba) dan Pembahasan Kurikulum di Kampus UP, Jakarta, pada Selasa (21/6) hingga Jumat (24/6).

Workshop yang digelar secara luring dan dibuka Rektor UP Prof Dr Edie Toet Hendratno SH itu antara lain dihadiri Ketua Umum Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) Prof Dr Abdul Halim MBA Akt.

Sekretaris Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr.Sekar Mayangsari Ak CA MSi CMA menyampaikan workshop tersebut digelar berkaitan dengan pengembangan kurikulum berbasis outcome based education (OBE) serta sebagai bentuk sosialisasi akreditasi dari Lamemba.

"Kedua hal ini sangat penting karena kurikulum menjadi poin utama penilaian akreditasi baik nasional maupun internasional," katanya.

"Kenapa mesti berkumpul? Sebab, harus ada poin-poin untuk bisa mendapatkan learning outcome yang bisa disepakati seluruh pengelola program studi S2 Akuntansi," ujar Sekar.

"Artinya, minimal lulusan S2 Akuntansi memiliki pengetahuan, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan sikap tertentu. Jadi mesti memiliki keunikan dan harus melebihi standar supaya bisa meraih akreditasi unggul," terang Sekar.

Ketua Panitia Workshop Akreditasi Lamemba dan Pembahasan Kurikulum Dr. Ir. Mombang Sihite MM menyampaikan workshop ini sangat penting untuk menyamakan kualitas lulusan magister akuntansi agar mampu memberikan outcome yang sesuai dengan kebutuhan industri.

"Terlebih, kebutuhan industri sudah berubah saat ini. Digitalisasi dan big data misalnya bisa menjadi bagian kurikulum ke depan," katanya.

"Jadi kita tidak lagi bisa dengan menggunakan pola lama. Karena itu, kita perlu duduk bersama agar tidak masing-masing membuat kurikulum. Memang diakui setiap program studi memiliki kekhususan, tapi juga harus ada benang merah dari program studi tersebut," jelas Mombang.

Ketua Umum  Asosiasi Program Studi S2 Akuntansi Indonesia (APSSAI) Prof.Dr.Abdul Halim, MBA ,Akt, menambahkan penetapan UP sebagai tuan rumah workshop kali ini dilakukan APSSAI secara aklamasi, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Kampus Okmin Upaya Tingkatkan SDM Pegunungan Bintang Papua

"Workshop kali ini merupakan pertemuan pertama APSSAI secara luring setelah pandemi," katanya.

Turut hadir sebagai peserta workshop yakni dari 37 perwakilan program studi S2 Akuntasi seluruh Indonesia, baik dari perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi swasta.

Menurut Abdul, pertemuan workshop ini perlu dilakukan untuk menyamakan persepsi dalam menyusun kurikulum yang sesuai ketentuan pemerintah.

Pasalnya, dalam workshop akan muncul pemikiran-pemikiran baru, sehingga ada yang perlu disempurnakan, ditambah, dan dikurangi, lantaran kurikulum bersifat dinamis. 

"Misalnya, kurikulum tidak lepas dari teknologi, bagaimana kurikulum kita ke depan. Itulah pentingnya kami menggelar pertemuan melalui workshop ini agar memiliki pandangan yang sama ke depan dalam menyusun kurikulum," urai Abdul.

Terbentuknya APSSAI tidak lepas dari upaya untuk menunjang kesuksesan program studi S2 Akuntansi dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

APSSAI didirikan untuk mencapai tujuan kebersamaan agar pendidikan program studi S2 Akuntansi bisa berjalan searah. 

Berdirinya APSSAI dirintis mulai dari proses pertemuan di Surabaya, Yogyakarta, Surakarta, dan Jakarta.

Secara legal formal, APSSAI berdiri sejak 2017. Saat ini sedikitnya 50 program studi S2 akuntansi dari perguruan tinggi se-Indonesia tercatat sebagai anggota APSSAI. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT