21 June 2022, 14:39 WIB

KLHK Apresiasi Pencapaian Gerakan Ekonomi Sirkular Le Minerale


Mediaindonesia.com |

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus mendorong upaya konservasi lingkungan melalui pelibatan industri serta masyarakat, terutama generasi muda dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan. Dalam menjalankan prinsip berkelanjutan, berbagai pemangku kepentingan harus dilibatkan, dari pemerintahan, pemain industri daur ulang, hingga masyarakat. 

"Diplomasi lingkungan melalui pengaturan norma yang kuat akan menjadi kekuatan Indonesia di dunia internasional. Namun, agar dapat menerapkan regulasi dan mencapai target-target lingkungan yang telah ditetapkan, masyarakat harus terus dilibatkan, karena hal ini bukan hanya urusan industri dan pebisnis. Konsep kebijakan yang telah dikembangkan oleh pemerintahan perlu diteruskan oleh kita, masyarakat Indonesia, demi meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup Tanah Air," tutur Agus Justianto, Dirjen Pengelolaan Hutan Lestari (Dirjen PHL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam dialog lintas generasi bertajuk Sejuk Bersama Untuk Lingkungan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang digelar Le Minerale bersama dengan KLHK, belum lama ini.

Salah satu peran serta aktif swasta yakni Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional Le Minerale. "Kami mengapresiasi gerakan ini sebagai salah satu langkah konkret dalam menerjemahkan solusi internasional ke solusi lokal. Masyarakat Indonesia harus living by example dengan melakukan aksi-aksi untuk melestarikan lingkungan," ujar Kepala Biro Humas KLHK Nunu Anugrah. 

Tiga langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat telah dijabarkan melalui dialog itu, yakni memilah sampah, melakukan daur ulang, serta memilih kemasan plastik berukuran besar saat menggunakan plastik. "Kemasan plastik berukuran besar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi karena dapat ditemukan secara lebih mudah dan memiliki berat masa yang dapat terukur lebih baik. Dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan, keluarga bisa berkontribusi besar bagi lingkungan, seperti memimimalisasi sampah yang berakhir ke laut, menjaga keanekaragaman hayati, mengurangi emisi karbon plastik, dan mendukung ekonomi sirkular," ujar Christine Halim, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI).
`
Hal itu sejalan dengan yang sudah dilakukan Le Minerale melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional atau GESN yang bermula dari dukungan perusahaan air minum itu terhadap Peraturan Menteri KLHK Nomor 75 Tahun 2019 serta komitmen untuk menciptakan produk yang sehat, aman, serta berperan menjaga lingkungan. GESN dimulai dengan kolaborasi antara Le Minerale dengan KLHK, ADUPI, IPI, dan hingga kini telah merambah hingga lebih dari 12 mitra atau stakeholders lain. Direktur Le Minerale Johan Muliawan mengatakan sebagai produsen yang menggunakan plastik sebagai kemasan, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa sisa konsumsi produknya terkelola dan tidak menumpuk di TPA, melainkan dapat menjadi bahan baku untuk produk yang bermanfaat.

Tak hanya sebagai wadah edukasi terkait ekonomi sirkular bagi berbagai lapisan masyarakat, GESN Le Minerale membangun ekosistem ekonomi sirkular yang memadai. "Sejak GESN dimulai, kami berhasil meningkatkan collection rate 98% dibanding sebelum ada program. Bahkan saat ini, kami sudah berhasil mengumpulkan sampah plastik hingga 6.300 ton dalam 1 tahun," ujar Johan. Program itu menargetkan peningkatan kinerja mitra lapak sebesar 20%. GESN pun diharapkan dapat mendorong utilisasi daur ulang plastik untuk nilai ekonomi yang lebih tinggi, menyediakan recycle points di berbagai lokasi, dan terus berupaya mengedukasi masyarakat Indonesia untuk bijak dalam mengelola plastik. 

Baca juga: Ibu Perlu Tahu Nutrisi untuk Perkembangan Kognitif Anak Usia Prasekolah

Corporate Sustainability Director PT Tirta Fresindo Jaya, Ronald Atmadja, mengatakan sejauh ini pihaknya melakukan berbagai upaya untuk mendukung target Indonesia untuk mengurangi sampah produsen sebanyak 30% pada awal 2030. Walau terdengar masih lama, langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara kolektif tentu akan mengakselerasi ketercapaian target tersebut dan membuat perubahan yang signifikan. "Kami pun akan terus mendukung upaya ini, salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk mengumpulkan 10 botol plastik Le Minerale yang akan kami konversi menjadi penanaman satu bibit pohon pada Pekan Raya Jakarta mendatang. Kami akan terus mencari peluang untuk berkontribusi positif dan berkembang tidak hanya untuk bisnis, tetapi untuk mendukung Indonesia yang sejuk dan lestari," ujar Ronald.

Rencana-rencana tersebut diamini oleh Sinta Saptarina Soemiarno, Direktur Pengurangan Sampah KLHK. Sinta memberi apresiasi bagi program-program Le Minerale yang sudah disesuaikan dengan target-target peta jalan pengurangan sampah dari KLHK. "Le Minerale sudah cukup baik track record-nya untuk pelaksanaan peta jalan KLHK dan pencapaiannya sangat memuaskan. Kami berharap ekonomi sirkular terus diperkuat dan perpanjangan umur pemakaian plastik terus dimaksimalkan untuk menghindari volume pencemaran." (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT