21 June 2022, 13:20 WIB

KLHK Gelar Sosialisasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Tingkat Regional


Atalya Puspa |

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan sosialisasi rencana operasional FOLU Net Sink 2030 di tingkat regional. Adapun, sosialisasi pertama dilakukan di Bogor dengan menyasar wilayah regional Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Sosialisasi tersebut bertujuan untuk menyampaikan kebijakan, strategi, dan rencana untuk implementasi rencana aksi mitigasi yang mengacu pada target penurunan emisi gas rumah kaca sampai dengan tahun 2030.

Sosialisasi juga bertujuan untuk mempercepat operasionalisasi Rencana Operasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 di tingkat tapak serta medium sharing knowledge dengan para pihak terkait.

Baca juga: Ekspedisi Muhibah Jalur Rempah akan Diajukan ke UNESCO pada 2024

Plt Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan selaku Ketua Harian I Tim Kerja IFNET 2030, Ruandha Agung Sugardiman menyampaikan bahwa seluruh pihak harus berperan aktif dalam implementasi IFNET 2030.

“Pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan di daerah merupakan mitra strategis KLHK dalam keberhasilan implementasi IFNET 2030 di tingkat tapak. Selain itu, dukungan akademisi, lembaga mitra KLHK, lembaga swadaya masyarakat, dan media dapat membumikan dan menyebarluaskan tujuan positif IFNET 2030 sehingga seluruh masyarakat dapat menyadari pentingnya pengendalian perubahan iklim saat ini untuk masa depan,” kata Ruandha dalam keterangan resmi, Selasa (21/6).

Sosialisasi itu dilakukan KLHK bersama dengan Forum Pimpinan Lembaga Pendidikan Tinggi Kehutanan Indonesia (FOReTIKA). Pada kesempatan itu, Rektor IPB University Arif Satria mengapresiasi upaya KLHK untuk terus mendorong agar kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim terus terjadi dan target penurunan emisi dapat tercapai.

Baca jugaIndonesia Tunjukkan Kepemimpinan dalam Pengelolaan Lingkungan

Arif menyampaikan bahwa dalam upaya mengatasi permasalahan lingkungan global dan di level nasional, serta perubahan iklim dapat dilakukan melalui dua pendekatan, yaitu pendekatan modernisasi ekologi dan pendekatan ekonomi politik.

“Kita tahu permasalahan lingkungan merupakan persoalan tata kelola dan persoalan ekonomi politik, tidak bisa diserahkan hanya murni dengan langkah-langkah yang sifatnya parsial. Akan tetapi langkah-langkah teknis juga penting. Jadi salah satu wujud dari modernisasi ekologi adalah dengan bagaimana kita menemukan teknologi, menemukan langkah-langkah teknokratik untuk bisa memecahkan masalah lingkungan, termasuk juga mengubah gaya hidup dan gerakan-gerakan lingkungan,” tambah Arif.

Arif juga menyampaikan melalui IFNET 2030 ini, kerja sama antar perguruan tinggi, baik di regional Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, maupun nasional dapat semakin kuat. Kerja sama perguruan tinggi dengan kementerian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota menjadi ruang berbagi lesson learned, saling menginspirasi dan saling menguatkan.

Baca juga: Dokter: Kenali Faktor Pemicu Asma Cegah Radang saat Kambuh

Pada kesempatan tersebut, Plt Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana turut mengapresiasi digelarnya sosialisasi IFNET 2030.

“Semoga IFNET 2030 menjadi bagian dari ikhtiar bersama para pihak untuk saling memperkuat dan saling mempercepat. Sehingga kedepan, upaya peningkatan tutupan lahan di Indonesia, maupun di Jawa Barat dapat tercapai,” harap Dodit.

Melalui IFNET 2030, Indonesia berkomitmen untuk mencapai target penurunan emisi gas rumah kaca sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya atau FoLU (Forestry and other Land Use), dimana tingkat serapan sama atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi sektor FoLU terkait pada tahun 2030.

Gelaran sosialisasi IFNET 2030 tidak hanya berlangsung di Bogor. KLHK bersama FOReTIKA juga akan menggelar sosialisasi di Medan, Yogyakarta, Makassar, Manokwari, dan Banjarbaru. (H-3)

BERITA TERKAIT