20 June 2022, 18:35 WIB

Waspadai Serangan Panas di Saudi yang Dapat Sebabkan Kematian


Mediaindonesia.com |

MUSIM haji dimulai kembali setelah dua tahun pandemi covid-19 yang membuat ibadah tersebut dilakukan secara terbatas. Meski demikian, protokol kesehatan dan sejumlah aturan tetap diberlakukan oleh pemerintah Arab Saudi mengingat pandemi covid-19 belum berakhir.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap layanan kesehatan jemaah haji Indonesia telah melakukan upaya demi mencegah angka kematian maupun angka kesakitan para calon haji selama beribadah di Tanah Suci. Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes dr Budi Sylvana, MARS., dikutip dari situs Kemenkes, mengingatkan kepada jemaah bahwa tahun ini kita dihadapkan pada dua situasi yakni pandemi belum selesai dan suhu ekstrem panas.

Suhu maksimum di sebagian besar Provinsi Al-Sharqiya serta bagian antara Madinah dan Yanbu masing-masing diperkirakan mencapai 47-50 derajat celsius. Suhu udara di Kota Mekah diprediksi mencapai 42-43 derajat dengan kelembapan 19% dan Madinah bisa mencapai 50 derajat sehingga dapat membuat jemaah haji memerlukan kondisi fisik dan kesehatan prima. Perbedaan suhu yang ekstrem antara Tanah Air dengan Tanah Suci akan berpengaruh pada kondisi fisik dan kesehatan jemaah yang rawan terserang heat stroke atau serangan panas.

Heat stroke merupakan kondisi tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis hingga mencapai 40 derajat celsius atau bahkan lebih. Serangan ini terjadi karena tubuh gagal mempertahankan kestabilan suhunya akibat termoregulasi, yaitu kemampuan menyeimbangkan antara produksi panas dalam menjaga keseimbangan suhu tubuh.

Kurangnya antioksidan juga menjadi salah satu penyebab terserangnya heat stroke. Ini karena antioksidan mengandung sejumlah senyawa seperti alkaloid, terpenoid, dan flavonoid yang dapat menurunkan suhu tubuh. Indonesia sejatinya kaya herbal yang mengandung antioksidan tinggi. 

Baca juga: Jadi Titik Jalur Rempah, Banda Neira Diharapkan dapat Menarik Wisatawan

CEO Nucleus Farma Edward Basilianus menjelaskan bahwa pihaknya memiliki suplemen halal berbahan alami untuk jemaah haji dan umrah bernama Rafa Khomsah yang mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Dunia (Leprid). Suplemen ini mengandung lima bahan alami (herbal) yaitu jintan hitam atau habbatussauda, daun jambu biji, rimpang temulawak, beras merah, dan pegagan yang menjaga kesehatan dan stamina jemaah haji dari cuaca ekstrem di Arab Saudi. "Kelima bahan herbal tersebut masing-masing bermanfaat sebagai antioksidan dan hepatoprotektor yang sekaligus dapat menekan produksi senyawa radikal bebas dan menghambat peroksidasi," tutur Edward, dalam keterangan tertulis, Senin (20/6). 

Tidak hanya Arab Saudi, warga Indonesia juga memerlukan antioksidan mengingat bahwa negara kita menjadi salah satu yang memiliki kualitas udara terburuk di Asia Tenggara. Radikal bebas dapat dihasilkan dari metabolisme tubuh maupun dari faktor eksternal yang berhubungan dengan lingkungan seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, dan polusi udara. Kandungan kuinon, karvakrol, dan 4-terpineol pada habbatussauda dalam Rafa Khomsah bermanfaat sebagai penetralisasi senyawa radikal bebas yang dihasilkan dari kualitas udara yang buruk. (OL-14)

BERITA TERKAIT