20 June 2022, 11:12 WIB

Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka, Tanoto Foundation Gelar Pelatihan Asesmen Otentik di PAUD


mediaindonesia.com |

TANOTO Foundation kembali menggelar kegiatan pelatihan bagi guru-guru atau pendamping PAUD di tiga wilayah yakni DKI Jakarta, Pandeglang dan Kutai Kartanegara. Setelah melakukan sosialisasi pada April dan sukses dengan Pelatihan Kegiatan Pembelajaran Berbasis Projek dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka di bulan Mei lalu, kali ini digelar Pelatihan Kegiatan Asesmen Otentik di PAUD dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka.

"Jadi kita menguatkan mereka untuk pembelajaran projek dan bagaimana melakukan asesmen. Kami memandang dua hal ini menjadi penting bagi guru-guru karena mereka lah yang akan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di lapangan," ujar SIGAP Program Manager Tanoto Foundation, Irwan Gunawan, Jumat (17/6).

Dijelaskannya, asesmen merupakan bentuk penilaian terhadap capaian pembelajaran anak-anak PAUD. Dengan menerapkan Kurikulum Merdeka yang terdiri atas pembelajaran intrakurikuler dan pembelajaran berbasis proyek, maka selanjutnya harus diukur capaiannya.

Baca Juga: Pentingnya Edukasi Pengasuhan Anak Usia Dini yang Tepat Bagi Orangtua 

"Jadi asesmen di PAUD ada banyak, ada catatan anekdot, ada checklist, observasi, foto series dan lainnya. Kalau di SD, SMP, SMA itu berdasarkan angka 70, 80 begitu, maka di PAUD penilaian berdasarkan apa yang diobservasi dan disesuaikan dengan capaian pembelajaran," terangnya.

Lewat pelatihan tersebut, lanjut Irwan, guru mendapat bekal atau pemahaman terkait asesmen di satuan PAUD. Apalagi, cara yang paling optimal bagi pembelajaran dan perkembangan anak adalah melalui bermain. Sehingga, asesmen bisa membantu guru meyakinkan orang tua bahwa bermain adalah belajar. 

"Melalui bermain, anak mengoptimalkan semua aspek perkembangannya. Pemahaman terkait asesmen otentik akan memperlengkapi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka di PAUD semakin optimal," tambahnya.
Lebih lanjut, pelatihan pertama dilaksanakan di DKI Jakarta dengan 21 peserta pada, Jumat (17/6). Selanjutnya akan diselenggarakan pelatihan di Pandeglang dengan 50 peserta pada 22 Juni dan di Kutai Kartanegara dengan 62 peserta pada 28 Juni nanti.

Adapun pelatihan kegiatan asesmen itu dilakukan secara offline atau luring. Peserta yang merupakan guru-guru dari satuan PAUD mitra mendapatkan pembekalan dari konsultan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam penyusunan Kurikulum Merdeka. Artinya para guru mendapatkan pengetahuan langsung dari ahlinya.

Selain bisa langsung diimplementasikan di satuan PAUD masing-masing, Irwan berharap para peserta bisa berbagi dengan komunitas guru PAUD di daerah. "Kita berharap guru-guru langsung menerapkan apa yang kami berikan di satuannya masing-masing. Kita juga berharap guru-guru yang kita dampingi ini bisa menyampaikan kepada lingkungan sekitar, entah itu di gugus PAUD, kecamatan atau level kabupaten, semua komunitas guru," kata dia.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengapresiasi dan mendukung inisiatif Tanoto Foundation dalam menindaklanjuti komitmen nasional terkait implementasi Kurikulum Merdeka. Pelatihan itu dapat menjadi wadah inspirasi bagi para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kualitas PAUD. 

Asesmen otentik merupakan salah satu komponen penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka PAUD, yaitu hasil observasi fakta yang didapat dari tenaga pendidik terhadap muridnya. Fakta-fakta tersebut tentu berasal dari pengamatan terhadap anak ketika melakukan kegiatan bermain belajar di satuan PAUD masing-masing didukung dokumentasi-dokumentasi lengkap baik berupa catatan, foto, maupun video.

"Pendidik perlu memberikan stimulasi yang tepat dalam praktik pembelajaran di satuan PAUD guna dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Anak-anak yang mengikuti proses pembelajaran di PAUD akan memiliki bekal pencapaian dalam kemampuan-kemampuan dasar, sehingga lebih siap mengikuti proses pendidikan lanjutan dan menjalani kehidupan ke depan," tuturnya. 

Menurutnya, hasil asesmen tersebut menjadi dasar pendidik berkomunikasi dengan orang tua. Sehingga terjadi kesinambungan stimulasi bermain belajar bagi anak baik di satuan pendidikan maupun lingkungan rumah masing-masing. 

Nahdiana mengungkapkan bahwa konsep Merdeka Belajar, selaras dengan konsep pembelajaran di PAUD, yaitu memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih kegiatan belajar yang diinginkannya, serta memenuhi hak anak yaitu bermain. Oleh karena itu, hendaknya PAUD dapat memberikan pembelajaran yang bermakna bagi anak, bukan hanya tentang mengajarkan anak cepat membaca, menulis dan berhitung saja. 

Agar proses pembelajaran di PAUD bermakna maka hendaknya bahan ajar yang akan diberikan kepada anak disesuaikan dengan lingkungan terdekat anak, menggunakan media konkret/nyata, dan kegiatan yang dilakukan dapat menciptakan suasana belajar dan bermain. "Pendidikan Anak Usia Dini menjadi penting karena merupakan titik sentral strategi pembangunan sumber daya manusia. Dengan kata lain, pendidikan usia dini menentukan sejarah perkembangan anak selanjutnya, serta membentuk fondasi dasar kepribadian," kata dia.

Nahdiana pun berharap Tanoto Foundation dapat bersinergi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam adaptasi Kurikulum Merdeka melalui berbagai kegiatan. Kegiatan ini menjadi sarana untuk dapat memantapkan komitmen dalam membangun sinergi positif dan berkolaborasi menyukseskan PAUD di Provinsi DKI Jakarta menjadi lebih baik, sebagaimana visi Dinas Pendidikan yaitu mewujudkan Pendidikan yang Tuntas dan Berkualitas.

Adapun, Tanoto Foundation merupakan organisasi filantropi independen yang memiliki visi meningkatkan kualitas kehidupan melalui bidang pendidikan. Dalam melaksanakan visinya tersebut Tanoto Foundation memiliki program Siapkan Generasi Anak Berprestasi (SIGAP) yang dirancang untuk meningkatkan kualitas pengasuhan dan pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Salah satu wujud dari visi tersebut adalah dilaksanakannya program SIGAP 0-6 tahun yang ditujukan kepada orangtua/pengasuh yang memiliki anak berusia 0-6 tahun di Provinsi DKI Jakarta, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Kutai Kartanegara melalui penyediaan sarana kelas pengasuhan yang dinamakan Rumah Anak SIGAP bagi anak berusia 0-3 tahun. 

Fokus Tanoto Foundation juga pada sasaran usia 3-6 tahun, dengan penguatan kapasitas pembelajaran yang bermanfaat bagi guru dan kepala sekolah di PAUD dampingan Tanoto Foundation. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT