12 June 2022, 13:58 WIB

Peran Manusia di Balik Komunikasi Pemasaran Era Society 5.0


Mediaindonesia.com |

TEKNOLOGI menjadi pusat kehidupan masyarakat. Ketergantungan pada internet dan komunikasi digital semakin meningkat. Peran manusia dalam industri saat ini dipermudah dengan hadirnya teknologi. 

Konsep Society 5.0 yang baru-baru ini diluncurkan menjadikan teknologi sebagai basisnya. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah merambah ke berbagai bidang kehidupan, tidak terkecuali dalam bidang komunikasi pemasaran baik yang konvensional maupun digital. 

Guru Besar Fikom Universitas Padjadjaran, Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D, mengatakan, "Pemasaran di era Society 5.0 ialah pemasaran yang etis. Karena itu konsumen harus diberikan keleluasaan untuk berkomunikasi, menentukan, dan memilih produk atau jasa, memberikan respons, serta memilih saluran komunikasi." Ia juga menekankan bahwa seorang pemasar di era Society 5.0 harus memiliki empati antarbudaya, minat untuk mempelajari budaya baru, dan cakap dalam menggunakan teknologi. 

Hal itu juga didukung oleh Board of Director International Geothermal Association, Surya Darma, Ph.D, Dipl. Geo. Tech, mengenai pentingnya marketing komunikasi. "Dari konteks tersebut, akan membangun brand image atau brand awareness yang nanti mengubah citra perusahaan serta produk dan layanan jasanya."

Menurut CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication Dr. Firsan Nova bahwa marketing berasal dari kata market atau pasar. Ia juga mengatakan penting bagi seorang public relations untuk selalu memantau publik atau pasarnya. "Penting bagi perusahaan untuk selalu memonitor pasarnya. Jika tidak, akan celaka. Begitu pun dengan seorang public relations. Kata public dalam public relations dapat dimaknai sebagai pentingnya seorang public relations untuk memahami, intim, dan memonitor publik," tuturnya.

Menurutnya, perusahaan yang baik dalam pengelolaan marketing yaitu perusahaan yang memahami pasar dan target pasarnya. Jika perusahaan sampai mengalami masalah dan kebangkrutan, perusahaan tersebut tidak cukup intim terhadap pasarnya. Firsan melanjutkan bahwa konsep Society 5.0 memiliki dua turunan penting. "Dalam dua kata, dia ialah problem solving dan value creation."

Baca juga: Gaya Hidup Kunci Atasi Hipertensi

Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif Universitas Budi Luhur sukses menyelenggarakan Webinar yang bertajuk Marketing Communication di Era Society 5.0, Sabtu (11/6). Acara ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dengan pembicara yang dihadirkan antara lain, Board of Director International Geothermal Association, Surya Darma, Ph.D, Dipl. Geo. Tech, Guru Besar FIKOM Universitas Padjadjaran Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D, dan CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication Dr. Firsan Nova.

Webinar Marketing Communication di Era Society 5.0, bertujuan meningkatkan pengetahuan juga pemahaman mengenai peran manusia serta teknologi dalam bidang komunikasi marketing di era Society 5.0. Hal ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Budi Luhur Dr. Ir. Wendi Usino, M.Sc., M.M. "Kita sadari kita tidak dapat menghindar dari kondisi tersebut. Hal yang saya ingin ajak yaitu agar manusia dapat menggunakan teknologi, bukan pada teknologinya, karena Society 5.0 immunity bukan pada teknologinya," tutupnya. (RO/OL-14)

BERITA TERKAIT