08 June 2022, 23:45 WIB

Menjaga Kerukunan Melalui 'Untaian Cinta Untuk Bangsa'


Widhoroso |

KEBHINEKAAN di Indonesia yang semestinya menjadi sarana untuk saling menghormati, saat ini justru berubah jadi saling menghakimi. Memahami adanya kegagalan komunikasi dalam menyampaikan perbedaan ini, Dian Wisdianawati dan Ira Deviani, yang memiliki hobi menulis, sepakat untuk merangkulnya dalam balutan kata yang teruntai indah dalam sebuah buku.

"Inspirasinya muncul begitu saja, karena hampir setiap hari kami komunikasi lewat WA dan berdiskusi tentang berbagai persoalan hidup. Kami berpikir bagaimana caranya supaya pembicaraan ini menjadi sebuah karya," ujar Dian Wisdianawati.

Keduanya kemudian berhasil menulis 11 buku berhasil ditulis yang membahas berbagai hal, mulai cinta sampai ketuhanan. Namun, jelas Dian, mereka masih merasa ada yang kurang dengan semua itu sehingga memutuskan untuk mengajak para tokoh agama dan masyarakat untuk menulis buku ke-12 dengan tema tentang kerukunan umat beragama.

"Secara tidak sengaja, saya menghubungi beberapa kawan dari berbagai latar belakang agama untuk ikut menulis. Tadinya kami menargetkan 10 orang saja yang mewakili agama masing-masing untuk menyumbangkan quotes tentang kerukunan. Namun hanya dalam beberapa hari saja, 20 orang tercatat ikut mengirimkan kata-kata bijaknya kepada kami sehingga akhirnya, lahir buku ke-12 berjudul 'Untaian Cinta Untuk Bangsa," ujar Dian.

"Kami semua berharap kedamaian dan kebebasan beragama benar-benar terimplementasi dengan benar di negeri ini, sehingga Pancasila dapat di ejawantahkan secara sungguh-sungguh," tambah Ira.

Melalui buku ini, Dian dan Ira ingin mengajak masyarakat untuk merenungi tulisan itu dengan bijak dan hati lapang bahwa perbedaan tidak perlu dipermasalahkan melainkan bagian dari indahnya bentuk keberagaman yang unik. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT