07 June 2022, 17:02 WIB

Said Aqil: Tindak Tegas Khilafatul Muslimin dan Organisasi Serupa


Andhika Prasetyo |

MANTAN Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas kelompok Khilafatul Muslimin, yang telah membuat kegaduhan di Tanah Air.

Menurutnya, organisasi lain yang juga menyebarkan ideologi serupa, juga harus ditangani dan dibubarkan.

"Saya memohon kepada pemerintah dan aparat untuk bertindak tegas. Tidak boleh mentolerir sedikit pun," ujar Said di Istana Kepresidenan, Selasa (7/6).

Baca juga: Megawati Kembali Menjabat Ketua Dewan Pengarah BPIP

Tidak hanya membubarkan, pihaknya juga meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk memusnahkan ideologi yang dibawa dan disebarkan kelompok tersebut.

"Seringkali, walaupun organisasinya sudah dilarang, dibubarkan, ideologinya masih ada. Itu yang harus kita waspadai," imbuh Said.

Pihaknya menegaskan bahwa satu-satunya ideologi yang berlaku di Indonesia adalah Pancasila. Jika ada pihak yang masih menentang dan tidak mau menerima hal tersebut, dipersilakan angkat kaki dari Indonesia.

"Yang masih mempermasalahkan Pancasila silakan pindah ke Afghanistan, jangan di sini," tegas pria yang baru diangkat sebagai Anggota Dewan Pengarah BPIP.

Sebagai sosok yang pernah mencicipi kehidupan di Timur Tengah selama lebih dari 13 tahun, Said bingung dengan pemikiran masyarakat yang menolak Pancasila. Apalagi, ingin mengadopsi sistem kepemimpinan khilafah.

Baca juga: Polda Metro Tangkap Pimpinan Khilafatul Muslimin

Berkat dasar negara yang digagas Soekarno, lanjut dia, Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan agama bisa hidup berdampingan dengan damai.

"Ketika saya jadi Ketum PBNU, tamu-tamu dari Timur Tengah merasa takjub. Indonesia itu adem. Tidak seperti negara mereka yang bisa saja saat jalan menginjak ranjau, atau lagi tidur ada bom meledak," pungkas Said. 

"Suriah, Irak, Afghanistan, Pakistan, Somalia dan Libya seperti itu. Sementara, Indonesia sangat tenang. Ini berkat Pancasila. Kita bebas mengamalkan agama masing-masing," tutupnya.(OL-11)
 

BERITA TERKAIT