01 June 2022, 22:01 WIB

TMC Cegah Karhutla di Sumsel dan Jambi Berjalan Lancar


Atalya Puspa |

TEKNOLOGI modifikasi cuaca (TMC) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan tengah berlangsung di Sumatra Selatan dan Jambi sejak 23 Mei 2022. Koordinator Lapangan TMC Adi Bayu Rusandi mengungkapkan, operasi tersebut berjalan lancar hingga saat ini. 

"Untuk kegiatan penyemaian rencananya dilaksanakan selama 15 hari terhitung sejak 23 Mei 2022," kata Adi saat dihubungi, Rabu (1/6). 

Ia menjabarkan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 24 ton bahan semai untuk dua wilayah tersebut. Dan kini telah dipakai sebanyak 800 kilogram. 

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto mengungkapkan, luasan kebakaran di Sumatra Selatan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya pada periode Januari-April.

“Tahun ini, kejadian karhutla di Sumatra Selatan terjadi agak unik karena dimulai dari Muratara, OKU, dan Pali. Kita sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi karhutla, juga upaya pemadaman pada lokasi yang terbakar. Di Riau operasi TMC sudah dimulai sejak bulan kemarin dengan penambahan curah hujan sebanyak 15%,” ungkap Ferdi.

Ferdi mengungkapkan pelaksanaan operasi TMC tahun ini sudah dilaksanakan di Riau pada April selama lima belas hari dengan dukungan PT RAPP. Operasi TMC berhasil menambah curah hujan sebesar 15% dibandingkan dengan curah hujan historis selama 10 tahun ke belakang (2012-2021). 

Baca juga : Memaknai Peringatan Hari Lahir Pancasila Lewat Pemartabatan Bahasa Indonesia

Selain itu juga, selama pelaksanaan operasi TMC di Riau tidak terpantau terjadi kebakaran hutan dan lahan serta tidak terpantau titik panas dengan confidence level > 80%.

Ferdi menjelaskan, mulai 2020 operasi TMC dijadikan salah satu solusi permanen pencegahan karhutla selain patroli dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Operasi TMC dilakukan dengan tujuan untuk membasahi lahan gambut agar terjaga kelembabannya, menjaga tinggi muka air tetap stabil sehingga tidak mudah terbakar.

“Operasi TMC juga dilakukan untuk mengisi kanal-kanal, embung dan kolam-kolam retensi areal guna mencegah kebakaran terutama di lahan gambut yang sering mengalami kebakaran setiap tahun,” ungkap Ferdi.

Pelaksanaan operasi TMC merupakan kerja bersama-sama. Banyak pihak yang terlibat antara lain BRIN melalui Laboratorium TMC sebagai penyedia infrastruktur, teknologi, sarana prasarana, dan bahan-bahan untuk pelaksanaan operasi TMC. 

“Selain itu, KLHK secara masif juga melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sosialisasi dan kampanye pencegahan karhutla kepada masyarakat dan juga generasi muda serta melibatkan masyarakat dalam pencegahan karhutla. Pengecekan titik panas juga segera dilakukan pada setiap hotspot yang terpantau dan segera dilakukan pemadaman dini jika ditemukan kejadian kebakaran hutan dan lahan,” ungkap Ferdi.

BMKG Provinsi Sumatra Selatan mengingatkan musim kemarau masih akan berlangsung hingga tiga bulan ke depan, kewaspadaan terhadap pontesi karhutla tetap diperlukan. (OL-7)

BERITA TERKAIT