28 May 2022, 13:18 WIB

Tiga Siswa SWA Raih Pendanaan IB MYP Student Innovators dari Swiss


mediaindonesia.com |

Sinarmas World Academy (SWA) baru saja merayakan hari kelulusan kelas angkatan 2022. Beragam rasa mengisi sepanjang acara spesial ini dan banyak pencapaian yang untuk pertama kalinya berhasil ditorehkan oleh para lulusan angkatan kali ini.

Ada banyak cerita menarik di perjalanan angkatan 2022 ini. Sebanyak 23 siswa ini telah melalui berbagai rintangan dan tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Seperti yang diketahui, sektor pendidikan mengalami cukup banyak disrupsi selama dua tahun belakangan ini karena pandemi Covid-19.

Semua ini mulai terjadi saat para lulusan masih berada di kelas 10 yang mana merupakan salah satu fase paling penting dalam perjalanan mereka menuju International Baccalaureate (IB) Diploma di SWA.

Meskipun dengan keadaan yang tidak mendukung, mereka sukses menyelesaikan International Baccalaureate Middle Years Programme (IB MYP) dan IGCSE.

Dalam keterangan pers, Sabtu (28/5), tiga siswa SWA bahkan memenangi hadiah pendanaan IB MYP Student Innovators oleh organisasi IB di Jenewa, Swiss. sebuah kegiatan yang memberikan penghargaan pada penemuan yang dinilai membantu menyelesaikan masalah global.

Ketiga siswa itu adalah Rania Wanandi, Yu Tung Lee (Chris), dan Leon Noah Hariyanto.

Pendanaan yang diberikan mencapai USD 10,000 per siswa. MYP Personal Project menuntut siswa-siswi untuk melakukan banyak riset, percobaan, survei, dan mengaplikasikannya dengan kreatif.

Baca juga: Pelajar Perlu Dibekali Mengelola Event Kreatif

Para pemenang ini kemudian menggunakan pendanaan ini untuk melanjutkan penelitian dan penemuannya sambil membangun profil akademis mereka untuk persiapan pengajuan ke universitas.

Setelah melewati tahap MYP, di sinilah perjalanan IB Diploma dimulai. Selama sekitar dua tahun, para siswa akan secara penuh menjalani metode pembelajaran yang sangat menantang.

Mereka perlu secara aktif terlibat dalam berbagai gerakan dan organisasi secara nyata, meskipun saat itu kondisi mobilitas sangat terbatas karena pandemi.

Kini semuanya telah selesai dan di momen ini saatnya mereka merasakan kebahagiaan dari pencapaian mereka.

 “Keberhasilan ini adalah sebuah prestasi untuk pendidikan Indonesia, dan kami sangat bangga terhadap capaian Rania, Chris, dan Leon," kata Deddy Djaja Ria selaku General Manager sekolah SWA.

"Karya dan penelitian mereka bukan hanya menunjukkan kepintaran tapi juga kepedulian terhadap permasalahan dunia dan sekitar, sesuai dengan nilai dasar yang ditanamkan sejak dini oleh SWA," jelasnya.

"Kami sebagai sekolah bukan hanya mengajarkan ilmu, tapi juga mendidik dan membina karakter positif melalui lingkungan belajar yang baik,” ungkap Deddy. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT