28 May 2022, 10:29 WIB

KLHK Sebut Kualitas Sungai Ciliwung Mulai Membaik


mediaindonesia.com |

JAKARTA merupakan ibu kota yang memiliki sungai dan anak sungai terbanyak di Indonesia.

Sunga itu di antaranya sungai Ciliwung dengan panjang 120 km dan terbentang dari Hulu, Tengah dan Hilir melintasi 6 segmen Bogor, Depok, Jakarta.

Sejak dulu, sungai Ciliwung memiliki peran penting bagi masyarakat Jakarta.

 Sayangnya, perlakuan buruk masyarakat akan sungai CIliwung menjadikan sungai Ciliwung sebagai sungai yang dikategorikan terparah.

Bahkan sejak tahun 1976 hingga 2014 sungai Ciliwung beberapa kali membanjiri Ibukota Jakarta hingga melumpuhkan perekonomian Ibukota.

Upaya melestarikan dan mengembalikan kondisi sungai Ciliwung terus dilakukan oleh berbagai pihak.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dalam hal ini Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan yang mempunyai Kompetensi dalam hal kualitas air dan juga sudah memasang Sistem Pemantauan Kualitas Air Secara Online (Onlimo).

Baca juga: Empat Tahun Mandek, Normalisasi Ciliwung Dilanjutkan di Daerah Banjir

Pada acara Hari Ciliwung sekaligus peringatan Hari Air Sedunia 27 Maret 2021, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK, Karliansyah pada mengatakan, setelah 31 tahun, akhirnya upaya Pemerintah menunjukkan hasil yang sangat baik.

Ia mengatakan, mutu air sungai Ciliwung telah mencapai kelas 2 sesuai dengan PP 82 tahun 2001.

Kualitas air sungai Ciliwung membaik, memungkinkan berkembang biaknya biota air seperti ikan, udang, lobster biru, berang dan lainnya.

Perkembangan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan animo masyarakat agar peduli akan kelestarian sungai Ciliwung.

"Inilah saatnya kami kenalkan wajah baru sungai Ciliwung sebagai alternatif tujuan wisata di Jakarta sambil menimba ilmu tentang sungai, pelestarian sungai dan lingkungan sekitar sungai," kaya Karliansyah dalam keterangan saat itu.

Di sisi lain, Gerakan Ciliwung Bersih (GCB)  didukung sekitar 36 Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), beberapa perusahaan seperti Indofood, Indonesia Power, PLN dan PAM Jaya telah mempersiapkan Sungai Ciliwung menjadi tempat belajar sekaligus menikmati wisata sungai.

Wisata sungai Ciliwung

Dalam keterangan pers, Sabtu (28/5), Ketua Badan Eksekutif GCB Peni Susanti menjelaskan visi GCB adalah mewujudkan wisata sungai Ciliwung yang memiliki sekolah sungai yang berkompeten, menjadi lembaga terbaik dan terpercaya di bidang pendidikan dan perkembangan masyarakat terkait pelestarian sungai.

GCB  menjadi lembaga yang memiliki produk dan jasa bernilai tinggi dalam bidang pendidikan dan pelatihan pelestarian sungai.

Selain itu, GCB memiliki Sekolah Sungai KPC (Komunitas Peduli Ciliwung) menjadi pelengkap lembaga pendidikan formal dalam perkembangan pelajar akan pelestarian sungai.

 

Sebagai tujuan ekowisata dan eduwisata, ada beberapa titik wisata yang bisa dikunjungi oleh masyarakat.

Di Kantor Pusat GCB yang terletak di Karet Bivak, masyarakat bisa mempelajari sejarah sungai Ciliwung di Galeri Sungai Ciliwung, mempelajari pemilahan dan pengolahan sampah sungai dengan TOSS (Teknologi Olah Sampah Sungai) melalui metode peyeumisasi, susur sungai, memanen hasil hidroponik ventikultur sambil menikmati kopi di Kedai Kopi di pinggir sungai Ciliwung.

Ketua KPC Pejaten H. Royani mengungkapkan,” Di Sekolah Sungai KPC Pejaten masyarakat bisa melihat endemik purba dan langka yaitu Senggawangan atau  bulus raksasa (Chitra Chitra javanensis) yang memiliki berat 300kg. Hewan ini ditemukan pada 11 November 2011.

Tidak hanya itu bisa juga mempelajari budaya masyarakat sepanjang sungai Ciliwung sekaligus bisa menikmati makanan dan minuman khas Betawi seperti dodol dan bir pletok.

Ketua Jawara Peci Condet, Bang Syamsul, menjelaskan bahwa di tempat kami mengolah sampah non-organik seperti bekas botol air mineral dsb dijadikan produk atau karya seni seperti membuat cindera mata ondel – ondel, tas dan beberapa produk yang lain.

Ketua Sahabat Sungai Depok Bang Dayat setiap hari memberikan Edukasi tentang Water resceu juga menyajikan wisata seperti rafting, outbond, dan Susur Sungai.

Ketua KPC Lenteng Agung, Sarmili, mengatakan, menyajikan susur sungai dengan suasana taman jadi masyarakat bisa menikmati di titik start  dan finish adalah taman-taman yang bagus dan indah, sekaligus bisa belajar tentang crafting dan berbagai produk inovatif.

Head of CSR PT Indofood Sukses Makmur Tbk Deni Puspahadi mengatakan bahwa pihaknya terus mendukung upaya-upaya pelestarikan sungai Ciliwung dan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara.

Sejalan dengan semangat EPR (Extended Producer Responsibility), salah satu yang kami lakukan adalah mengolah kemasan plastik di sungai menjadi paving block, seperti yang ada di Taman GCB ini.

Dirut Indonesia Power Ihsan Sidqi mengatakan bahwa TOSS GCB merupakan solusi dalam penanganan sampah sungai, program ini menjadikan sampah menjadi batu bara nabati, yang hasilnya bisa Indonesia Power manfaatkan sebagai bahan bakar di beberpa PLTU mereka.

Direktur Utama PAM JAYA menyampaikan dengan membaiknya kualitas air sungai ciliwung, maka mereka membuka instalasi kembali yang di ambil dari sungai Ciliwung kurang lebih sebanyak 15.500 sambungan untuk masyarakat. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT