27 May 2022, 10:35 WIB

1.500 Dokter Ikuti Sosialisasi Manfaat Jamsostek


mediaindonesia.com |

SEBANYAK 1.500 dokter yang tergabung dalam Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) mengikuti sosialisasi manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) di Jakarta sejak 11-27 Mei 2022 yang terbagi diberapa sesi di 31 Kota seluruh Indonesia.

Program ini dikelola Direktorat Pendayagunaan Tenaga Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Untuk Wilayah DKI Jakarta bertempat di Hotel Grand Mercure, Harmoni Jakarta, para peserta tampak antusias mendapatkan informasi manfaat Jamsostek.

Salah satunya adalah jaminan kecelakaan kerja (JKK). Ini adalah program perlindungan yang melindungi pekerja dan keluarganya dari kehilangan penghasilan.

Jika pekerja mengalami risiko kerja, maka dia akan mendapatkan pengobatan dengan pelayanan maksimal.

Tak hanya itu, juga mendapatkan pengganti honor agar keluarga tetap mendapatkan pemasukan ekonomi dan melanjutkan kehidupan.

Baca juga: BPJAMSOSTEK Beri Penghargaan kepada Sejumlah Perusahaan

Jika peserta program mengalami kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian, maka ahli waris akan mendapatkan manfaat sebesar 48 gaji yang dilaporkan ke BPJAMSOSTEK, plus beasiswa pendidikan untuk anaknya yang sedang sekolah sampai jenjang sarjana.

Ada pula program jaminan kematian yang diberikan kepada keluarga peserta program jika peserta mengalami kematian.

Sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan optimisme di benak para dokter dalam menjalankan tugasnya. Mereka sungguh-sungguh melayani masyarakat tanpa harus mengkhawatirkan risiko kerja dan dampak turunannya.

Kepala Kantor BPJAMSOSTEK Jakarta Sudirman Suhuri berharap para dokter tersebut dapat maksimal berkhidmah untuk melayani masyarakat di seluruh Indonesia.

“Kehadiran mereka tentu sangat diharapkan untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (27/5).

Jamsostek, jelasnya, menjadi perisai yang melindungi mereka dan keluarga dari ancaman keterpurukan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan dan risiko kerja. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT