25 May 2022, 19:03 WIB

GPDRR ke-7 Tonggak Bersejarah Kerjasama Pengurangan Risiko Bencana


Atalya Puspa |

PENYELENGGARAAN Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) ke-7 mengusung tema besar From Risk to Resilience: Towards Sustainable Development for All in a Covid-19 Transformed World. 

GPDRR ke-7 secara resmi dibuka Presiden Joko Widodo dengan membunyikan kulkul atau kentongan Bali bersama Deputy Secretary General dan perwakilan delegasi.

Upacara pembukaan dihadiri secara fisik maupun virtual dari berbagai negara. Pertemuan akan dilakukan secara hibrida, tetapi lebih dari 80% hadir secara fisik di lokasi acara. UNDRR mencatat, ada 7.470 pendaftar yang berasal dari 185 negara anggota dan observer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan, Kementerian Luar Negeri Achsanul Habib mengatakan, upaya pengurangan risiko bencana menjadi tanggung jawab setiap orang. 

"GPDRR adalah kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan kebencanaan untuk memperluas jejaring dan menjalin kerja sama baik pada tingkat lokal, nasional, kawasan, maupun internasional guna semakin meningkatkan kapasitas Indonesia dalam isu kebencanaan," beber Habib dalam keterangan resmi, Rabu (25/5). 

Sebagai tuan rumah GPDRR ke-7, Indonesia mengusung tema Memperkuat Kemitraan Menuju Resiliensi Berkelanjutan dengan jargon Gotong royong Tangguh Bencana.

Baca juga :  Jokowi: Perlu Komitmen Global untuk Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim

Habib mengungkapkan, GPDRR juga diharapkan bisa meningkatkan kapasitas aktor lokal-nasional tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dalam kesiapsiagaan bencana untuk resiliensi berkelanjutan. 

Sementara itu, Public Relation Officer UNDRR Omar Amach menekankan pentingnya pelaksanaan Kerangka Kerja Sendai untuk pengurangan risiko bencana. 

“Hari ini adalah hari pertama dari rangkaian acara utama GPDRR 2022. Dan menjelang upacara pembukaan, akan diadakan High-Level Dialogue dengan tema Where do we stand? Global and regional perspectives on implementing The Sendai Framework,” kata Omar.

Pertemuan GPDRR dibagi menjadi beberapa sesi utama, yakni High Level Dialogue, Ministerial Roundtable, dan Side Events. Sejumlah tema yang dibahas pada High Level Dialog adalah Where do we stand? Global and regional perspectives on implementing the Sendai Framework dan Strengthening Disaster and Climate Risk Governance at National and Local Levels. 

Sementara tema yang dibahas pada Ministerial Roundtable diantaranya Scaling-up Disaster Risk Reduction to Tackle the Climate Emergency. (OL-7)

BERITA TERKAIT