25 May 2022, 09:30 WIB

Aspataki Apresiasi BP2MI dan Polri Gagalkan Penyelundupan PMI Ilegal


mediaindonesia.com |

POLDA Riau berhasil menggagalkan sedikitnya 49 dari 70 orang pekerja migran ilegal tujuan Malaysia. Sebanyak 21 calon pekerja migran Indonesia (PMI), saat ini, berada di di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) sementara sisanya telah kembali ke daerah masing-masing.

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melihat langsung kondisi para PMI di RPTC dan memastikan proses hukum tetap berjalan. 

Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (Aspataki) mengapresiasi upaya BP2MI dan Polda Riau tersebut.

Baca juga: Buka Preliminary, Kepala BP2MI Sebut Pemerintah Peduli Nasib Pekerja Migran

"Kami mengapresiasi Polda Riau dan apresiasi pula kepada Kepala BP2MI Benny Rhamdani, yang terjun langsung ke RPTC Riau," kata Ketua Umum DPP Aspataki Saiful Mashud saat dihubungi, Selasa (24/5).

Saiful mengatakan kewenangan dan tanggung jawab sebagai Kepala BP2MI, selalu dibuktikan Benny Rhamdani, khususnya dalam memberikan pelindungan kepada korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Termasuk PMI Ilegal yang saat ini berada di Rumah Penampungan Riau.

"Aspataki akan selalu men-support kegiatan Kepala Badan dalam memberikan pelindungan kepada PMI sesuai UU No.18/2017," ujar Saiful.

Kepada masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, termasuk  ke Malaysia, lanjut dia, jangan terpengaruh dengan bujuk rayu para calo. 

Saat ini, penempatan PMI ke Malaysia secara resmi telah dibuka dengan gaji minimal RM1500 tanpa potong gaji.

"Silahkan bertanya ke Disnaker setempat atau bisa bertanya ke DPP Aspataki, untuk mengetahui bagaimana menjadi PMI resmi terlindungi, aman, dan amanah bagi PMI dan keluarganya. Perusahaan mana saja yg bonafid pengalaman menempatkan PMI ke Malaysia. Catat nomor telepon DPP Aspataki di 0811353004," pungkas Saiful. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT