24 May 2022, 20:55 WIB

Leaders Talk Universitas Parahyangan Hadirkan Usahawan Patrick Walujo


Naviandri |


UNIVERSITAS Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung bersama Ikatan Alumni
(IKA) Unpar meluncurkan program Leaders Talk Unpar.

Program ini dimaksudkan sebagai salah satu kegiatan unggulan Unpar dalam upaya meningkatkan kualitas mahasiswa serta lulusan.

Co-Founder & Managing Partner Northstar Advisors Pte Ltd, Patrick Walujo akan menjadi pembicara pada leaders talk yang akan diadakan Senin (30/5)

Ketua Panitia Leaders Talk Unpar, Doddi Yudianto, di Bandung Selasa
(24/5) mengatakan, leaders talk diinisiasi sebagai bentuk peran
aktif Unpar dalam pembangunan karakter dan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Untuk itu, pihaknya mengangkat tema besar "Menjadi Jawaban Dunia Masa Depan" sebagai benang merah dalam mendukung upaya melahirkan SDM unggul yang relevan dan signifikan tersebut.

Hal itu sejalan dengan Sesanti Unpar "Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti", (Berdasarkan Ketuhanan Menuntut Ilmu untuk Dibaktikan kepada Masyarakat).

Komitmen melahirkan SDM yang unggul pun sejalan dengan amanat Presiden
Joko Widodo saat kegiatan Presidential Lecture pada 17 Januari 2022 lalu dalam rangka peringatan Dies Natalis UNPAR ke-67. Presidential Lecture dihadiri lebih dari 10.000 sivitas akademika Unpar secara langsung maupun virtual.

"Leaders talk Unpar menjadi bentuk tindak lanjut, tanggung jawab dan komitmen Unpar atas amanat Presiden tersebut," tegas Doddi.

Secara perdana, sebagai pembuka rangkaian leaders talk Unpar,  
Co-Founder & Managing Partner Northstar Advisors Pte Ltd, Patrick Walujo didapuk menjadi pembicara. Adapun pelaksanaan akan berlangsung pada Senin (30/5) di Auditorium Pusat Pembelajaran Arntz-Geise
(PPAG) Unpar.

Menurut Doddi,  Patrick Walujo dipilih menjadi pembicara pembuka karena
mencatatkan rekam jejak yang mumpuni di bidang bisnis dan literasi
keuangan serta investasi. Tokoh ini sesuai dengan  topik yang diangkat adalah Pendanaan Tepat, Bisnis Melesat.

Kehadiran Patrick diharapkan mampu memberi referensi yang tepat bagi generasi muda dalam membangun bisnis dan investasi. Gagasan dan pemikirannya tentu akan meningkatkan literasi keuangan dan investasi, hingga strategi memilih sumber pendanaan dan investor yang tepat.

"Mengutip data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), praktik investasi
bodong telah merugikan masyarakat Indonesia hingga Rp117,4 triliun
dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Karena itu, literasi dalam mempersiapkan bisnis dengan pendanaan yang prudent menjadi penting, agar masyarakat tidak dirugikan, dan kepercayaan pada dunia bisnis pun menjadi lebih baik," lanjutnya.


Ketua IKA Unpar,  Ivan Sadik menambahkan, kolaborasi menjadi kunci saat
ini. Itu pula yang menjadi latar belakang kolaborasi antara Unpar
sebagai universitas bersama IKA Unpar. Komitmen IKA Unpar mendukung agar Unpar langkah baik dan signifikan ini demi pembangunan SDM
unggul dalam ranah pendidikan.

"Meningkatkan SDM unggul sebagai pemimpin masa depan harus dimulai sejak dini. Leaderstalk Unpar menjadi kesempatan luar biasa bagi generasi muda Unpar dan Indonesia untukmengembangkan potensi semaksimal mungkin," jelasnya.

Unpar sigap mengantisipasi perubahan yang terjadi di
dunia bisnis. Untuk itu Unpar telah melakukan sejumlah upaya
mempersiapkan mahasiswa untuk tetapmiliki daya saing. Di antaranya
dengan mengadopsi beberapa hal pada kurikulum di beberapa program
studi. (N-2)

BERITA TERKAIT