24 May 2022, 18:25 WIB

Kemenkes Tegaskan Belum Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Indonesia


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

KEMENTERIAN ementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan hingga kini belum ditemukan kasus cacar monyet atau monkeypox di Indonesia. Sementara di situasi global sudah ada 11 negara yang melaporkan penularan.

"Di Indonesia belum ada kasusnya tetapi karena ini penyakit menular yang bisa menular ke negara lain yang dibawa oleh manusia atau hewan maka seluruh negara melakukan upaya-upaya kewaspadaan," kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril dalam konferensi pers daring, Selasa (24/5).

Kemenkes menyiapkan surat edaran (SE) untuk meningkatkan kewaspadaan baik di wilayah dan KKP termasuk dinas kesehatan, rumah sakit, kantor kesehatan pelabuhan dan sebagainya. Kemudian akan terus mengupdate situasi dan Frequently Asked Questions (FAQ) terkait monkeypox di infeksiemerging.kemkes.go.id

"Ketiga itu melakukan revisi pedoman pencegahan dan pengendalian monkeypox menyesuaikan situasi dan update WHO yang berisi mengenai surveillance, tatalaksana klinis, komunikasi risiko, dan pengelolaan laboratorium," ujarnya.

"Dan kemudian menyiapkan kapasitas laboratorium pemeriksaan dan rujukan dengan ditetapkannya Laboratorium Nasional di Baran Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) Kemenkes di situlah untuk memberikan penilaian konfirmasi atas kasus konfirmasi ini," tambahnya.

Baca juga: Kasus Hepatitis Akut Bertambah Menjadi 16 Orang

Sebanyak 11 negara sudah melaporkan terjadi cacar monyet atau monkeypox di negaranya, paling banyak terjadi di Eropa. Negara yang paling banyak terjadi monkeypox yakni Portugal dengan 14 confirmed dan 20 suspect, Inggris Raya 9 confirmed, dan Spanyol 7 kasus confirmed.

Pada pasien mankeypox dari berbagai negara dilaporkan oleh pasien yang tidak menjalani perjalanan luar negeri.

Cacar monyet atau virus Human Monkeypox (MPXV) orthopoxvirus merupakan penyakit zoonosis yang berasal dari famili poxviridae yang bersifat highly pathogenic. Penyakit ini menular dari hewan ke manusia dan sekarang sudah ada penularan dari manusia ke manusia. (A-2)

BERITA TERKAIT