24 May 2022, 14:17 WIB

Film 'Bias' Karya Hanung Bramantyo Tembus Lebih dari 1 Juta Views


mediaindonesia.com | Humaniora

PROTEKSI merupakan tonggak bisnis asuransi, untuk itulah IFG Life berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya proteksi atau perlindungan dalam menjalani kehidupan dengan cara yang approachable.

Melalui berbagai program, IFG Life telah menyampaikan pentingnya memiliki asuransi bagi masyarakat Indonesia, salah satunya melalui sebuah karya seni.

Bekerja sama dengan sineas kenamaan Hanung Bramantyo yang telah menorehkan kiprahnya pada berbagai film ternama di Tanah Air seperti Ayat-ayat Cinta, Perahu Kertas, Soekarno: Indonesia Merdeka, Habibie & Ainun, Kartini, dan Bumi Manusia,

IFG Life merilis sebuah serial film pendek berjudul Bias yang ditayangkan melalui platform YouTube.

“Proteksi adalah marwah dari asuransi. Ketika seseorang membeli sebuah produk asuransi, maka sesungguhnya yang mereka dapatkan adalah perlindungan ketika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan," jelas Chelma Destria, Head of Corporate Communication IFG Life dalam keterangan, Selasa (24/5).

Baca juga: Dukung Pengembangan Sektor Asuransi dan Dana Pensiun, IFG Gelar Konferensi Internasional

"Sebagai upaya meningkatkan kesadaran serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya asuransi untuk melindungi diri dan keluarga, IFG Life telah melakukan berbagai program kreatif, salah satunya dengan membuat serial YouTube berjudul BIAS ini,” ujar Chelma.

Kerja sama antara IFG Life dan Hanung Bramantyo ini merupakan bagian dari komitmen IFG Life sebagai perusahaan asuransi jiwa yang memberikan perlindungan di setiap tahapan kemajuan kehidupan para nasabah dan masyarakat, sesuai dengan tagline IFG Life yaitu “Protecting Life’s Progress”.

Karya sutradara BW Purbanegara, hasil kolaborasi antara IFG Life dan rumah produksi Dapur Film yang digawangi oleh Hanung Bramantyo ini diberi judul Bias.

Film pendek yang dikemas secara berseri ini bercerita tentang bagaimana setiap tokoh utama dalam film ini memainkan peranannya dalam melindungi keluarga.

Secara garis besar, serial pendek Bias bercerita tentang Anton, seorang ayah dan pegawai perusahaan, yang baru saja terkena PHK dari perusahaanya akibat pandemi covid-19.

Anton yang merasa bertanggung jawab melindungi keluarganya kemudian diam-diam bekerja sebagai badut penghibur di jalanan untuk bisa menafkahi keluarganya.

Konflik muncul ketika istrinya, Tika, mulai curiga terhadap gerak-gerik Anton.

Namun, di sisi lain Tika juga kedapatan sering bertemu dengan Bagas yang merupakan mantan pacarnya ketika muda.

Bias, melalui berbagai simbol dan adegan ingin menyampaikan tentang pentingnya proteksi dalam keluarga. Seperti Anton yang rela melakukan pekerjaan demi keluarga, dan Tika yang ternyata juga ikut program asuransi untuk melindungi keluarganya.

Melalui Tika, IFG Life turut menyoroti peran wanita dalam dalam memberikan perlindungan bagi keluarganya.

Bias merupakan karya film pendek saya bersama dengan IFG Life untuk ikut membantu menyebarkan dan menyadarkan kepada masyarakat tentang pentingnya proteksi dalam keluarga," terang Hanung Bramantyo, produser serial YouTube Bias.

"Dalam film Bias, saya ingin menunjukan bahwa melindungi keluarga tidak hanya menjadi tanggung jawab suami, tetapi istri pun bisa ikut mengambil peran penting,” terang Hanung.

Baru-baru ini, IFG Life juga menggaungkan kampanye #PerempuanMelindungi sebagai gerakan edukasi dan ajakan bagi para perempuan untuk mengambil peran aktif dalam perlindungan diri dan keluarga.

Hal ini sejalan dengan temuan OJK bahwa perempuan memegang peran penting dalam keuangan dan tujuan finansial keluarga.

Sebesar 85% aktivitas belanja keluarga – mulai dari belanja bulanan, pembelian rumah, keputusan pembelian mobil, baju, dan banyak lagi, diatur oleh sang Istri atau Ibu di rumah www.sikapiuangmu.ojk.go.id/FrontEnd/CMS/Article/40706.

IFG Life sendiri telah melakukan survei yang diikuti oleh 352 responden untuk mengetahui sejauh mana kontribusi perempuan dalam perlindungan keluarga. Survei dilakukan melalui 3 platform, yaitu Google Form (101 responden), LinkedIn (106 responden) dan Instagram (145 responden) IFG Life.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa responden dari ketiga platform tersebut setuju bahwa istri atau ibu merupakan yang paling sering mengatur keuangan rumah tangga, yaitu sebanyak 82,7% secara rata-rata (94% Google Form, 75% LinkedIn dan 79% Instagram).

“Hasil survei kami menegaskan bahwa perempuan memiliki andil yang cukup besar dalam perlindungan keluarga," kata Chelma.

"Untuk itu, kami menyerukan kampanye #PerempuanMelindungi untuk menginspirasi para perempuan-perempuan tangguh Indonesia untuk lebih percaya diri dan mulai mengambil peran aktif dalam pengambilan keputusan penting untuk melindungi keluarga mereka, seperti yang ditunjukkan Tika dalam film BIAS ini,” jelasnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT