24 May 2022, 11:00 WIB

Office Politics, Sebuah Realitas di Dunia Kerja


Faustinus Nua |

PERSATUAN Pelajar Indonesia (PPI) Austria menggelar webinar bertajuk 'Office Politics: Dunia Akademisi, Birokrasi dan Korporat' secara daring pada minggu, 22 Mei 2022. Office politics atau politik dalam tempat kerja dianggap penting sebagai bagian dari persiapan bagi mahasiswa untuk masuk ke dunia kerja.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Austria dan Slovenia serta Wakil Tetap untuk PBB dan organisasi internasional lainnya di Wina, Damos Dumoli Agusman mengatakan bahwa office politics biasanya baru dirasakan setelah mahasiswa lulus dan masuk dunia kerja.

"Isu office politics menjadi menarik ketika hal ini tidak pernah diperkenalkan ketika menjadi mahasiswa, tetapi justru ketika sudah masuk ke office atau corporate," ujarnya dalam keterangan resmi PPI Austria.

Menurutnya, office politics merupakan realitas yang terjadi di dunia kerja. Tidak hanya di dunia birokrasi dalam negeri, office politics juga merupakan realitas yang ada sebagai bagian dari anatomi organisasi di level international. "Kita tidak perlu melihat itu sebagai persoalan, tetapi kita bisa menilai dari kinerja organisasi," ungkap Damos.

Selain sebagai realitas, Damos juga menilai office politics juga sebagai bagian dari perkembangan dunia kerja di masa depan. Hal itu sudah terjadi sepeti pandemi covid-19 yang memicu desain kerja baru atau mencoba model work from anywhere. "Apakah ini membuat office politics menjadi lebih cair atau justru lebih kental, pola relasi terkait hal ini menjadi sesuatu yang debatable,” tuturnya.

Dala kesempatan tersebut, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPTJ) Prof. Danang Parikesit menyampaikan office politics menjadi menarik karena adanya tren pekerjaan di masa depan. Dia menyebut ada 3 isu utama dalam kerangka masa depan pekerjaan yang akan mempengaruhi office politics di masa mendatang. "Pertama adalah pola relasi kerja, kedua yaitu pengambilan keputusan, dan ketiga terkait isu interaksi manusia dengan manusia serta manusia dengan mesin," bebernya.

Lebih lanjut Danang menjelaskan pengalamannya terkait pola office politics yang bergeser dari generasi ke generasi. Hal itu sangat sulit dipetakan karena relasinya sangat terkait dengan karakteristik generasi yang berbeda.

“Sangat berbeda office politics dalam inter-generation maupun intra-generation. Oleh karena itu, kita perlu mempertemukan dua hal, baik itu tujuan organisasi maupun tujuan karir/pengembangan diri dari setiap individu,” kata dia.

Danang juga memaparkan, ketika seseorang masuk dalam sebuah organisasi akan dihadapkan pada berbagai pola relasi dimana kita perlu memahaminya. Ada dua pola relasi yang umum ketika masuk ke dalam organisasi, pola relasi vertikal dan horizontal. Namun ada satu lagi pola relasi diagonal yaitu hubungan antara anggota organisasi dengan orang di luar organisasi/mitra kerja.

Ketua PPI Austria 2022, Lukmanul Hakim Zaini memaparkan bahwa ada dua hal yang menjadi perhatian terkait isu office politics. Pertama, para pelajar perlu terus mengembangkan semangat future practice agar siap menjadi bagian dari masa depan. “Ini bisa menjadi pijakan kita ke depan untuk menggali imajinasi kita akan seperti apa office politics di masa mendatang,” ujar Dosen IPB University tersebut.

Hal kedua yang dikatakan Lukman terkait bagaimana pelajar dapat menjadi pribadi yang agile learner. Menurutnya belajar itu tidak hanya di kampus, tidak hanya di sekolah. Dalam melatih menjadi pribadi yang agile learner harus bisa belajar pada teman-teman melalui diskusi dan pengalaman para ahli.

Ketua pelaksana webinar Fairuz Andra Prastyanti yang merupakan mahasiswa master University of Vienna menyampaikan pentingnya diskusi terkait office politics untuk kehidupan pasca kampus bagi pelajar yang mungkin tidak didapatkan dalam bidang pendidikan yang saat ini ditekuni. “Kami berharap dapat menginisiasi diskusi interaktif akan pentingnya menyikapi permasalahan umum yang kerap dihadapi pelajar maupun alumni pada kehidupan pasca kampus,” ungkap Tya.

Adapun, kegiatan tersebut menjadi semangat dan juga refleksi hari pendidikan nasional. Diharapkan isu itu dapat membantu mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi dunia kerja nantinya. Mengingat pola relasi memainkan peranan penting bagi tujuan karir atau pengembangan diri. (H-2)

BERITA TERKAIT